Banyuwangi, Jurnalnews.com – Media sosial mendadak gempar. Sebuah unggahan status WhatsApp milik seorang bidan berinisial AN, warga Dusun Kebunrejo, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, viral dan menuai simpati luas. Dalam unggahannya, AN mengaku menjadi korban pelecehan oleh seorang oknum perangkat Desa Alasrejo di tengah jalan yang sepi.
Peristiwa tersebut terjadi Senin siang, 5 Januari 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. AN yang sehari-hari bertugas sebagai tenaga medis di Puskesmas Wongsorejo membeberkan kronologi kejadian yang membuatnya trauma dan terpukul secara psikis.
Kepada Jurnalnews.com, AN menceritakan Saat itu ia tengah mengendarai sepeda motor seorang diri ke arah timur. Setibanya di sekitar TPU Kebunrejo, suasana jalan terbilang sepi.
“Awalnya saya mendengar suara sepeda motor dari belakang. Tiba-tiba orang itu menepuk paha bagian depan saya. Saya kaget, refleks berteriak. Setelah saya teriak, pelaku langsung tancap gas ke arah timur,” ungkap AN dengan suara bergetar.
Ia menegaskan, lokasi kejadian yang sepi membuat tidak ada satu pun saksi mata yang melihat langsung aksi tidak terpuji tersebut. Hal itu membuat pelaku dengan mudah melarikan diri.
Sore harinya, AN menceritakan kejadian itu kepada sang suami. Mendengar pengakuan tersebut, suaminya sontak naik pitam dan berniat segera melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Namun, AN memilih menahan diri.
“Saya masih menunggu etika baik yang bersangkutan. Saya berharap dia datang meminta maaf kepada saya dan keluarga,” ujarnya.
AN menambahkan, pelecehan yang dialaminya bukanlah hal sepele.
“Mungkin kalau yang ditepuk lengan atau punggung, saya masih bisa maklum. Tapi ini bagian sensitif. Saya berharap oknum perangkat desa berinisial A itu sadar dan meminta maaf, agar kejadian seperti ini tidak terulang dan tidak menimpa perempuan lain,” tegasnya, Selasa, 6 Januari 2026.
Guna mendapatkan klarifikasi, Wartawan Jurnalnews telah berupaya mengonfirmasi oknum perangkat desa berinisial A. dan mendatangi kantor desa tempat yang bersangkutan bekerja, namun tidak menemukannya. Upaya lanjutan ke rumah pelaku juga nihil. Bahkan, panggilan ke nomor telepon selulernya dilakukan berulang kali, namun tidak mendapat respons.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun klarifikasi dari pihak terduga pelaku. Kasus ini pun terus menjadi sorotan publik, dengan desakan agar aparat penegak hukum dan pemerintah desa bersikap tegas demi melindungi perempuan dari segala bentuk pelecehan. (Venus Hadi)







