Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Camat Mahfud Gerakkan Revolusi Lingkungan, Wongsorejo Menuju Kecamatan Bebas Sampah

camat-mahfud-gerakkan-revolusi-lingkungan,-wongsorejo-menuju-kecamatan-bebas-sampah
Camat Mahfud Gerakkan Revolusi Lingkungan, Wongsorejo Menuju Kecamatan Bebas Sampah

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Persoalan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah bersama, mendapat perhatian serius dari Camat Wongsorejo, Mahfud. Dalam diskusi bersama para sekretaris desa se-Kecamatan Wongsorejo yang digelar di Pendopo Kecamatan Wongsorejo, Selasa (3/3/2026), Mahfud menunjukkan komitmennya untuk mewujudkan wilayah yang bersih, asri, dan bebas dari persoalan sampah.

Dalam forum tersebut, Mahfud tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga mengajak seluruh perangkat desa untuk bergerak nyata. Ia menegaskan bahwa penanganan sampah membutuhkan keseriusan dan konsistensi, bukan sekadar wacana.

“Mari bantu saya untuk mengedukasi dan memberi contoh kepada masyarakat terkait penanganan sampah serta memanfaatkan limbah agar dapat bermanfaat melalui daur ulang,” tegas Mahfud di hadapan para sekdes.

Sebagai bentuk langkah konkret, Mahfud mencontohkan pemanfaatan galon air bekas menjadi pot tanaman produktif. Menurutnya, gerakan kecil yang dimulai dari rumah perangkat desa dapat menjadi inspirasi besar bagi masyarakat.

“Coba di desa beri contoh, atau di rumah perangkat bikin pot dari galon air bekas lalu ditanami cabai, terong, atau tanaman lain yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur. Kalau di desa ada contoh seperti itu, pasti masyarakat akan meniru,” ujarnya optimistis.

Tak hanya soal daur ulang, Mahfud juga mendorong pengelolaan sampah organik secara mandiri. Ia menyarankan agar sampah yang dapat terurai seperti sisa ikan, sayuran, dan kulit buah dikubur di lahan kosong untuk dijadikan kompos alami.

“Kalau ada yang punya lahan, bisa digali untuk mengubur sampah organik. Nanti akan menjadi tanah kembali. Dengan cara demikian, paling tidak dapat mengurangi penumpukan sampah di luar,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mahfud juga menanggapi keluhan sejumlah kepala desa terkait persoalan “sampah kiriman” antarwilayah. Ia mengajak seluruh desa untuk tidak saling menyalahkan, melainkan membangun kolaborasi dalam penyelesaian masalah.

“Saya mendapat keluhan, desa A mengatakan sampahnya kiriman dari desa lain, desa B juga mengaku begitu. Mari tidak perlu saling menyalahkan. Kita turun bersama menyelesaikan persoalan ini. Kalau kesadaran bersama sudah terbangun, kita bahkan tidak perlu lagi membangun TPST di Sidodadi,” imbuhnya.

Komitmen dan kepemimpinan Mahfud dinilai menjadi angin segar bagi upaya mewujudkan Wongsorejo yang bersih dan berkelanjutan. Dengan pendekatan edukatif, kolaboratif, serta memberi contoh nyata, Camat Mahfud membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. (Venus)