Pamer Topi dari Sampah

0
405
PEMANDU SORAK: Kelompok dasawisma mengenakan bermacam aksesori yang diolah dari sampah plastik di arena Car Free Day Jalan A Yani Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI  – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), kemarin (18/3) memanfaatkan area  car free day untuk mendeklarasikan program Banyuwangi merdeka dari sampah. Dalam deklarasi tersebut, DKP memamerkan hasil pengolahan sampah anorganik kepada publik.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pada tahun 2014 mendatang, DKP menargetkan Banyuwangi bebas dari sampah atau Banyuwangi merdeka dari sampah. Pelaksana tugas (Plt) Kepala DKP Banyuwangi, Arief Setiawan menjelaskan, pada tahun 2011 lalu, penduduk pusat kota Banyuwangi dan sekitarnya mencapai 246.339 jiwa.

Dari jumlah itu, warga berpotensi memproduksi 492 meter kubik sampah setiap hari. “Untuk mengangkat sampah sebanyak itu, kita butuh armada 35 truk dengan rotasi dua kali sehari,” tegas Arief. Sementara hingga saat ini, DKP hanya memiliki sembilan armada truk sampah untuk membuang tumpukan sampah sebanyak itu.

Loading...

Karena itu, untuk mengurangi volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPSA), DKP melaksanakan program pemilahan sampah.Selain membentuk kader pemilah sampah, DKP juga menggandeng ibu-ibu anggota kelompok dasawisma. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 50 kelompok dasawisma yang tersebar di 27 Kelurahan sebagai kader pemilah sampah.

Hasil survei DKP pada periode November hingga Desember 2011 lalu, kader tersebut sudah berhasil memilah sampah anorganik sekitar 934,50 Kg per bulan. Sedangkan pada Januari 2012, produksi sampah anorganik Kota Banyuwangi mencapai 99,43 meter kubik setiap harinya, atau 2.982,79 meter kubik setiap bulan.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2