Pancasila Bukan Ilmu tapi Norma

0
300

PANCASILA ditetapkan sebagai dasar negara bukan tanpa alasan. Salah satu alasannya, Founding Fathers merumuskan nilai-nilai Pancasila itu memang sebagai pijakan mendirikan negara Indonesia. Pada nilai-nilai yang terkandung dalam kelima sila itulah bangsa kita berpijak. Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, merupakan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Mengingat begitu penting peran Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebaiknya kita menempatkan Pancasila bukan sebagai ilmu tapi sebagai norma. Ilmu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu. Jika menerapkan Pancasila sebagai ilmu, kita hanya akan sekadar membacanya di setiap upacara bendera tanpa tahu maksud dan maknanya. Atau, kita hanya akan mendapat nilai tinggi saat menempuh kuliah Pancasila.

Menetapkan Pancasila sebagai norma berarti Pancasila berperan sebagai penuntun dalam setiap tindakan kita dalam berbangsa dan bernegara. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata norma memiliki arti aturan atau ketentuan yang mengikat warga-kelompok dalam masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendalian tingkah laku yang sesuai dan berterima. Berdasar pengertian ilmu dan norma menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka Pancasila lebih sesuai diterapkan sebagai norma bukan sebagai ilmu.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
4 Pendaki yang Terjebak di Gunung Rante Berhasil Diselamatkan