Pancasila Bukan Ilmu tapi Norma

0
356

PANCASILA ditetapkan sebagai dasar negara bukan tanpa alasan. Salah satu alasannya, Founding Fathers merumuskan nilai-nilai Pancasila itu memang sebagai pijakan mendirikan negara Indonesia. Pada nilai-nilai yang terkandung dalam kelima sila itulah bangsa kita berpijak. Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, merupakan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Mengingat begitu penting peran Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebaiknya kita menempatkan Pancasila bukan sebagai ilmu tapi sebagai norma. Ilmu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu. Jika menerapkan Pancasila sebagai ilmu, kita hanya akan sekadar membacanya di setiap upacara bendera tanpa tahu maksud dan maknanya. Atau, kita hanya akan mendapat nilai tinggi saat menempuh kuliah Pancasila.

Menetapkan Pancasila sebagai norma berarti Pancasila berperan sebagai penuntun dalam setiap tindakan kita dalam berbangsa dan bernegara. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata norma memiliki arti aturan atau ketentuan yang mengikat warga-kelompok dalam masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendalian tingkah laku yang sesuai dan berterima. Berdasar pengertian ilmu dan norma menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka Pancasila lebih sesuai diterapkan sebagai norma bukan sebagai ilmu.

Orang yang nilai kuliah Pancasilanya bagus dan hafal Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang penjabaran kelima asas dalam Pancasila menjadi 36 butir pengamalan, menjadi sia-sia ketika dalam kehidupan sehari-hari dia tidak mencerminkan pribadi yang baik. Kasus korupsi yang merajalela di negeri ini seolah sudah menghianati nilai-nilai Pancasila yang seharusnya diamalkan dalam kehidupan berbangsa. Selain itu, masalah lain yang juga menghianati nilai-nilai Pancasila adalah membiarkan anak-anak Indonesia putus sekolah karena tidak ada biaya.

Tidak bergaya hidup mewah, bersikap adil, dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum adalah beberapa dari pengamalan sila kelima Pancasila. Akan tetapi, apakah semua butir itu sudah berjalan dengan baik di Indonesia? Sudah saatnya kita menempatkan Pancasila sebagai norma sekaligus pribadi bangsa seperti yang tertuang dalam lirik lagu Garuda Pancasila karya Sudharnoto. Selain itu, jika kita mau menganalisis dan mengimplementasikan tiap sila Pancasila, maka akan tergambar nilai-nilai Pancasila yang mulai luntur.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last