Pasha Sindir Pelaku Tawuran

  • Bagikan
KONSER DAMAI: Pasha Ungu tampil di stadion Diponegoro Banyuwangi Sabtu malam lalu (29/12).
KONSER DAMAI: Pasha Ungu tampil di stadion Diponegoro Banyuwangi Sabtu malam lalu (29/12).

BANYUWANGI – Grup band Ungu tampil menggebrak di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Sabtu malam (29/12). Ribuan penonton memadati arena konser musik spektakuler yang digelar dalam rangka deklarasi pemuda, pelajar, dan mahasiswa anti narkoba, anti-HIV/AIDS, dan anti-kekerasan tersebut. Konser musik gratis tersebut juga merupakan rangkaian Banyuwangi Festival untuk memeriahkan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-241.

Konser itu terasa spesial karena, penonton disuguhi tarian tradisional sebelum penampilan band Ungu. Belum cukup sampai di situ, drummer Banyuwangi yang sukses memecahkan rekor menggebuk drum terlama Guinness Book of Record, Kunto Hartono, juga unjuk kebolehan di hadapan penonton. Kali ini, pria yang setia mempertahankan ciri khas rambut gondrong itu tampil bersama Kunto Band.

Setelah penampilan band pembuka, seluruh penonton dan tamu undangan yang terdiri dari Bupati Abdullah Azwar Anas, Wabup Yusuf Widyatmoko, dan sejumlah pejabat Forpimda serempak berdiri. Mereka lantas menyanyikan lagu Padamu Negeri. Selanjutnya, tibalah saatnya penandatanganan deklarasi pemuda, pelajar dan mahasiswa anti narkoba, anti-HIV/AIDS, dan antikekerasan.

Dalam deklarasi tersebut, mereka menyatakan perang terhadap penyalahgunaan narkoba; tidak melakukan seks bebas agar terhindar dari HIV/AIDS; dan tidak melakukan kekerasan di mana pun. Mereka juga mengutuk segala bentuk kekerasan. Deklarasi tersebut ditandatangani oleh bupati, wabup, Ketua DPRD, ketua Majelis Ulama Indonesai (MUI) Banyuwangi, serta tokoh agama Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Tidak ketinggalan, perwakilan unsur media massa yang diwakili Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Choliq Baya.

Sejumlah perwakilan pemuda, pelajar, dan mahasiswa juga membubuhkan tanda tangan dalam deklarasi tersebut. Dalam sambutannya, Bupati Anas mengatakan, komitmen para pemuda, pelajar, dan mahasiswa yang ditunjukkan saat deklarasi Sabtu malam, itu diharapkan dapat memperkuat tekad seluruh generasi muda untuk menjauhi narkoba dan HIV/AIDS. “Mari kita jaga diri kita dan orang-orang terdekat kita, karena banyak anak muda yang terjangkit HIV/AIDS,” ujarnya.

Sementara itu, saat tiba giliran beraksi di atas panggung, band Ungu langsung menggebrak dengan membawakan lagu “Ciuman Pertama”. Kontan saja, ribuan “Cliquers” –sebutan fans Ungu Band–berjingkrak mengikuti irama musik yang cukup menghentak tersebut. “Ada tiga syarat dalam setiap konser Ungu. Tidak boleh ada copet, tidak boleh tawuran, tidak boleh ada aksi lempar-lemparan. Mereka yang mau nyopet atau berantem, mending pergi jauh-jauh,” pesan vokalis Ungu Band, Pasha.

Baca :
Orang Tua Lengah, Bocah 2,5 Tahun Nyaris Tewas di Akbar Zoo

Grup Band yang digawangi Pasha, Enda, Onci, Makki, dan Rowman, tersebut lantas meneruskan aksi panggungnya. Berturut-turut mereka membawakan lagu “Cinta Gila”, “Sejauh Mungkin”, dan “Cinta Dalam Hati”. “Cukup lama kami tidak ke sini (Banyuwangi). Kami kagum melihat perkembangan pesat daerah ini. Saya tidak memuji, tapi saya mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Banyuwangi. Banyak sekali perubahan positif di kabupaten paling timur Pulau Jawa ini,” jelas Pasha.

Namun sayang, di tengah acara, sejumlah penonton mulai melakukan hal tidak terpuji. Mereka seolah menghiraukan deklarasi anti kekerasan yang baru saja didengungkan. Aksi saling lempar botol air mineral yang terjadi sejak kali pertama Ungu tampil, lantas berubah menjadi adu jotos. Akibatnya, ada penonton yang terluka. Agar keributan tidak meluas, beberapa pelaku tawuran langsung diamankan aparat keamanan.

Rupanya aksi sejumlah pemuda yang sok jagoan itu memantik reaksi Pasha dan kawan-kawan. Usai melantunkan tembang berjudul “Percaya  Padaku”, Pasha sempat menyindir segelintir penonton yang bikin ulah tersebut. “Jangan suka berantem. Kalau gak ada kerjaan mending jadi anak band, banyak cewek yang suka,” sindir Pasha yang lantas meneruskan sindirannya dengan lagu berjudul “Apa Sih Maumu”. Selain membawakan lagulagu hits mereka sendiri, para personel grup band Ungu juga menyuguhkan lagu “Selamat Ulang Tahun” spesial untuk Banyuwangi.

“Ayo kita buktikan  bahwa Banyuwangi adalah kota yang damai,” seru Pasha. Kepiawaian Ungu band mengendalikan penonton patut  diacungi jempol. Untuk menurunkan “tensi” para penonton, mereka lantas menyajikan  lagu berirama mellow, yakni lagu berjudul “Sayang” yang diteruskan dua lagu berirama cukup sendu lainnya, “Luka di Sini” dan “Demi Waktu”. Sedangkan lagu pemungkas penampilan band Ungu adalah lagu nge-beat berjudul “Hampa Hatiku”. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: