Pasokan dari Pertamina Kurang

0
367

Pemicu Kenaikan Harga Elpiji 3 Kg


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Besuki, Benny Satrya Indra Tjah jadi, akhirnya buka suara terkait kenaikan harga gas elpiji tiga kilogram (kg) yang terjadi sepekan lalu. Menurutnya, kenaikan harga itu disebabkan pengurangan pasokan elpiji bersubsidi tersebut ke wilayah Besuki.

Benny menjelaskan, pasokan elpiji dari Pertamina mengalami penurunan sebesar 5 persen sampai 9 persen ke tiap agen. Sebelumnya, dari total 56 agen sewilayah eks ke- residenan Besuki, yakni Banyuwangi, Situbondo, Jember, Luma- jang, dan Bondowoso, jumlah pasokan elpiji 3 kg mencapai 140 ribu tabung per hari. Dikatakannya, pengurangan pasokan itu tentu saja mengakibat- kan pendapatan para agen turun.

Padahal, sebelumnya agen sudah telanjur berinvestasi, seperti membeli truk, mobil pikap, dan sepeda motor roda tiga, untuk menyalur- kan gas elpiji ke pangkalan. Ironisnya, nyaris seluruh kendaraan itu dibeli secara kredit. Oleh karena itu, para agen melakukan pertemuan dan akhirnya sepakat menaikkan harga jual elpiji 3 kg. Hal ini dilakukan untuk menutup biaya operasional dan membayar cicilan kendaraan tersebut. “Berdasar pengamatan kami, sebenarnya konsumen tidak mempermasalahkan kenaikan harga asalkan gas elpiji tidak langka,” dalihnya.

Dia menambahkan, persoalan tersebut sampai ke DPRD dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) lantaran ada segelintir pangkalan yang “bermain” dan mengatakan bahwa pada tanggal 3 sampai tanggal 6 Mei mereka tidak mendapat pasokan. Pada tanggal 7 Mei tiba-tiba harga elpiji 3 kg naik. “Kita tanyakan ke beberapa pangkalan, mereka tidak ada yang bisa menjawab agen mana yang tidak memasok mereka,” jelentrehnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2