Pasutri Asal Cilacap Klaim Miliki Lahan 800 Ribu Hektare di Banyuwangi

0
823
Foto: arahjatimcom

BANYUWANGI – Dengan berbekal surat bukti lama kepemilikan tanah bekas hak barat atau Eigendom Verponding keluaran tahun 1930, pasangan suami istri (pasutri) asal Cilacap, Jawa Tengah, membuat heboh warga Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dilansir dari Arahjatimcom, mereka mengklaim memiliki lahan seluas 800 ribu hektare lebih yang membentang dari Kabupaten Banyuwangi hingga Kabupaten Situbondo, sebagai harta warisan dari kakeknya yakni Wanatirta bin Nurya Sentana yang sudah lama meninggal dunia.

Kini, nenek Halimah (68), warga Cilacap tersebut sedang berupaya untuk mengurus harta warisannya di Banyuwangi. Bahkan sejak beberapa pekan, nenek Halimah bersama suaminya, Barudin sengaja datang dan tinggal untuk sementara waktu di Banyuwangi.

Loading...

Klaim pasutri tersebut bukan sekadar ucapan saja. Mereka berdua juga membawa beberapa lembar surat bukti lama kepemilikan tanah bekas hak barat atau Eigendom Verponding keluaran tahun 1930 berbahasa Belanda, dan salinannya yang berbahasa Indonesia yang sudah ditandatangani oleh notaris.

Lembaran surat bukti kepemilikan tanah itu merupakan harta warisan milik kakeknya atas nama Wanatirta bin Nurya Sentana yang sudah lama meninggal dunia.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Belasan Desa di Banyuwangi Berstatus Tanggap Darurat Kekeringan