Paving Proyek ADD Dibongkar

0
241
Paving di jalan kampung Dusun Sumberejo, Desa Wringinagung sudah di bongkar lagi, kemarin (3-9).

GAMBlRAN – Proyek paving dengan anggaran dari dana desa (DD) di Dusun Sumberejo, RT 2, RW 2, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran yang sempat diprotes warga karena dianggap tidak memenuhi standar, akhirnya dibongkar lagi kemarin (3/9). Paving yang sudah dipasang itu, selanjutnya akan diganti dengan jenis yang memenuhi standar.

“Warga ingin pavingisasi jalan terus, tapi pavingnya yang kuat,” cetus Kepala Dusun Sumberejo, Desa Wringinagung, M. Kholid Iskandar. Untuk menuntaskan masalah ini, terang dia, warga berkeinginan camat bisa turun dan meninjau langsung ke lokasi jalan yang akan dipaving.

“Warga ingin pak camat mau turun, agar mengetahui kondisi yang sebenarnya,” katanya. Camat Gambiran, Danisworo, saat dikonfirmasi mengaku akan memediasi pelaksana dengan warga. Rencananya, Senin (4/9), kedua pihak akan dikumpulkan untuk musyawarah.

“Besok (hari ini) akan kita mediasi,” ujarnya. Persoalan proyek paving itu, terang dia, sebenarnya tidak perlu dibesarkan. Itu semua, berawal dari komunikasi dan sosialisasi yang kurang lancar. “ini soal sosialisasi yang kurang maksimal saja,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu anggota Tim Pengendali Kegiatan (TPK), Surani, mengatakan jika kegiatan pavingisasi itu sebenarnya belum dimulai. Terkait mediasi yang akan dilakukan camat, pihaknya belum mengetahui.

“Saya belum tahu (mediasi),” jelasnya. Surani mengaku dalam kegiatan ini posisinya berada di tengah, yakni menjembatani keinginan warga terkait pembanguanan. “Saya ini ingin membantu warga agar jalan bisa baik, jadi posisi saya juga ditengah,” ungkapnya.

Proyek pavingisasi di jalan kampung sepanjang 300 meter di RT 2, RW 2 dan RT 1, RW 2, Dusun Sumberejo, De sa Wringinagung, Kecamatan Gambiran dihentikan warga karena paving yang akan dipasang dianggap berkualitas jelek dan tidak memenuhi standar.

Proyek pavingisasi dengan anggaran dari dana desa (DD) sebesar Rp 150 juta lebih itu, mulai dikerjakan pada 24 Agustus 2017. Baru sehari dikerjakan, proyek itu langsung dihentikan warga.

“Warga minta pengerjaan ditunda, karena pavingnya dianggap tidak sesuai,” cetus Lukman hakim, 42, salah satu warga setempat. Menurut Lukman, kualitas paving yang akan dipasang sangat buruk karena banyak yang pecah. Semestinya, paving yang digunakan untuk jalan dikampungnya itu jenis K 300, tapi paving yang akan dipasang ini jenis K 125.

“Ini (paving) kurang bagus, sama warga dilabkan (uji laboratorium) ternyata bukan K 300,” ucapnya. (radar)

loading...

Agen Bukalapak BANYUWANGI

Agen Bukalapak BANYUWANGI

Agen Resmi Bukalapak Banyuwangi Melayani pembelian; - Pulsa All operator - Pulsa Listrik - Pulsa internet - Pembelian voucher Game…
09/11/2017
Banyuwangi