PCNU Banyuwangi Ngotot Tolak Full Day School

0
805
Ilustrasi

PURWOHARJO – PCNU Kabupaten Banyuwangi menyoroti program Full Day School (FDS) yang kini sudah diterapkan di tingkat SMP dan SMA. Kebijakan itu, dianggap akan berdampak pada pendidikan diniyah yang selama ini bernaung di bawah LP Maarif atau Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) atau di pondok pesantren.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam halal bihalal di Pondok Pesantren Darul Falah, Desa Bulurejo, Kecamatan Purwohario, PCNU Banyuwangi pada Sabtu (5/8), kembali menegaskan menolak diberlakukan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Rl tentang FDS.

Loading...

“Penolakan FDS itu hasil kajian kalangan pendidikan di tubuh NU,” cetus Sekretaris PCNU Banyuwangi, Guntur Al Badri. Praktik FDS, terang dia, dinilai akan berbenturan dengan kegiatan pendidikan diniyah yang selama ini sudah saling melengkapi dengan kegiatan pengajaran di sekolah.

“FDS kita tolak karena mengganggu sinergitas pendidikan yang selama ini sudah berjalan dengan baik, terutama antara sekolah dengan madrasah diniyah di pesantren,” jelasnya. Melalui pendidikan diniyah pada sore hari, lanjut dia, banyak siswa dari berbagai sekolah yang berbeda bisa berinteraksi bersama dalam satu forum.

Sehinga, tidak hanya manfaat pengajaran saja yang diperoleh, tapi proses sosialslasi anak dengan teman dari luar sekolah juga terjadi. “Dengan adanya FDS, ini akan terhapus,” ungkapnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2