Nahdlatul Ulama Tolak Full Day School

0
685

Para-siswa-mengikuti-kegiatan-di-salah-satu-TPQ-di-Desa-Genteng-Kulon,-Kecamatan-Genteng,-kemarin.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

GENTENG – Wacana full day school yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendi, terus menuai protes. Kali ini PCNU Kabupaten Banyuwangi dengan tegas menolak rencana program itu.

Ketua PCNU Kabupaten Banyuwangi, KH. Masykur Aly, mengatakan program full day school akan merusak pendidikan keagamaan yang selama ini telah berlangsung, terutama lembaga pendidikan  milik NU. “PCNU Banyuwangi meminta rencana full day school ditinjau ulang,” katanya.

Loading...

Kiai Masykur menyebut, lembaga pendidikan milik NU yang terancam, terutama  Taman Pendidikan Quran (TPQ) dan madrasah diniyah. “TPQ dan madrasah diniyah itu masuknya sore hari. Jika ada full day school, jadwal bisa rusak,” ujarnya.

Saat ini, terang dia, TPQ di bawah naungan PCNU itu jumlahnya 3.350  unit. Dari jumlah itu, ustad yang mengelola dan mengajar berjumlah 14.952 orang. “Jika diberlakukan full day school,  nasib ribuan TPQ dan ustad itu bagaimana,” ungkapnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last