Pecah Kaca Mobil makin Menggila

  • Bagikan

pecahGIRI – Para pelaku kejahatan spesialis pecah kaca mobil tampaknya semakin menjadi. Siang beraksi di Desa/Kecamatan Gambiran dan di Jalan Borobudur, Kecamatan Banyuwangi, pelaku kembali beraksi di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri Jumat malam (12/7) lalu.

Pelaku yang diketahui berjumlah dua orang itu memecah kaca jendela Toyota Avanza bernopol L 1513 QF milik Anang Yuliansyah, 33, warga Jalan Cakraningrat, Kelurahan Sum berejo, Kecamatan Banyuwangi “Pelaku memecah kaca jendela tengah bagian kanan,” terang Anang Yuliansyah. Dalam aksi itu, pelaku berhasil menguras barang di jok tengah, seperti kamera besar Sony, handy cam Sony, hard disk eksternal, tas berisi buku tabungan, SIM A, KTP, NPWP, dan BPKB mobil Nissan X-Trail.

“Dalam tas itu juga ada uang tunai Rp 50 juta,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi di Mapolsek Giri Jumat malam lalu.  Aksi pecah kaca mobil itu terjadi sekitar pukul 18.50 di depan Kopine Café di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Boyolangu. Korban yang bekerja sebagai re porter TV One itu mampir ke café setelah liputan Masjid Al- Hadi di Jalan Basuki Rakhmat, Banyuwangi.

“Dari Masjid Al- Hadi, saya mampir ke tempatnya Om Willy (pemilik Kopine Café),” katanya. Di depan Kopine café itu, jelas dia, mobil Toyota Avanza warna putih tulang  iliknya diparkir menghadap selatan. Karena berniat hanya mampir sebentar,  semua kamera dan tas ditinggal di mobil. “Kamera dan tas, saya taruh di jok tengah,” ujarnya. Berselang lima menit, Anang bersama istrinya yang sedang duduk bersama Willy itu mendengar suara keras dari arah mobilnya.

Karena curiga, Anang segera keluar dan menuju ke arah mobilnya. “Wak tu saya keluar, ada orang dekat mobil. Orang itu langsung kabur sambil membawa barang,” ungkapnya. Melihat ada yang tidak be res, Anang segera melihat mobil nya. Saat itu, dilihat kaca jendela tengah bagian kanan su dah pecah. Semua barang di jok tengah, jelas dia, sudah raib. “Yang hilang kamera, handy cam, dan uang tunai Rp 50 juta,” cetusnya.

Anang menyebut, dua orang di dekat mobilnya itu diduga kuat pelaku. Kedua orang itu, sebut dia, kabur ke arah selatan mengendarai motor bebek. “Pelakunya tidak mengenakan helm. Tapi saya tidak bisa mengenali wajahnya, karena agak gelap,” katanya. Setelah melihat mobilnya menjadi korban para penjahat, Anang mengaku mengejar pelaku yang kabur ke arah selatan.

Tetapi, kedua pelaku su dah menghilang saat dirinya tiba di simpang tiga SMAN 1 Giri. “Aku sama Om Wil ly sempat mengejar, tapi kehilangan jejak,” ujarnya. Mobil Avanza putih itu diduga sudah diincar penjahat spesialis pecah kaca. Pelaku langsung beraksi setelah mobil milik korban diparkir. “Saya tidak tahu telah diikuti apa tidak, yang jelas kerugian sekitar Rp 68 juta,” terangnya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: