Pedagang Watudodol Meradang

0
340
RATA TANAH: Kondisi bangunan semi permanen untuk mandi dan buang air kecil pengunjung Kelopoan Watudodol setelah dibakar.
RATA TANAH: Kondisi bangunan semi permanen untuk mandi dan buang air kecil pengunjung Kelopoan Watudodol setelah dibakar.

Protes Pengelola Wisata, Bakar Toilet


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

WONGSOREJO – Aksi pembakaran sebuah rumah meletus di kawasan wisata Ke lopoan, Watudodol, De sa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, pagi kemarin. Bangunan rumah yang dibakar itu sehari-hari berfungsi sebagai toilet wisatawan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden yang berlangsung pukul 06.00 itu. Hanya saja, bangunan rumah berdinding sesek itu rata tanah.

Diperoleh keterangan, pembakaran itu dipicu protes warga terhadap pengelola wisata Kelopoan. Selanjutnya, para pedagang dan warga yang tinggal di sekitar Kelopoan mendatangi kantor karang taruna yang mengelola wisata di lahan milik Pemkab Banyuwangi tersebut. Mereka memprotes kebijakan pengelola yang dianggap merugikan pedagang. “Aturannya jadi ruwet,” cetus Sena, 52. Meski berada di area milik pemkab, Sena mengklaim bangunan tersebut miliknya.

Dia dan warga pantas marah karena pengelola wisata Kelopoan seenaknya membongkar paksa rumah miliknya. “Sekitar pukul 06.00, beberapa orang suruhan pengelola wisata menurunkan genting dan akan membongkar bangunan,” terang Sena. Melihat rumahnya hendak dibongkar paksa, Irma, 40, istri Sena, sempat kalap hingga pingsan. Begitu sadar, ibu empat anak itu mengamuk. Lalu, me ngambil daun kepala kering dan mem bakar rumahnya yang sudah mu lai dibongkar paksa itu.

Loading...

“Yang membakar istri saya sendiri karena emosi,” ungkap Sena. Ulah sejumlah pengelola tempat wisata yang membongkar rumah milik Sena itu ternyata menyulut amarah pedagang dan warga lain. Mereka langsung protes dengan mendatangi kantor pengelola wisata di lokasi wisata itu. “Sebelum dibongkar, saya minta dicarikan tempat pengganti,” kata Sena.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last