Pelaksanaan Unas 2016 Dihantui Hacker

0
118

Kepala-SMAN-1-Giri,-Mujib,-menjelaskan-teknis-pengawasan-dalam-Ujian-Nasional-Computer-Base-Test-(UNCBT)-yang-dilaksanakan-4-April-mendatang.

BANYUWANGI – Puluhan pengawas dari beberapa sekolah di rayon 2 Kecamatan Giri kemarin (31/3) mengikuti rapat koordinasi persiapan ujian nasional (unas). Mereka diberi materi mengenai tata cara pengawasan sekolah yang menggunakan  sistem unas berbasis komputer (UNCBT) dan unas berbasis kertas (UNPBT).

Kepala SMAN 1 Giri, Mujib, yang memimpin rapat tersebut mengatakan, dalam mengawasi UNCBT dan UNPBT,  pengawas akan menghadapi sedikit perbedaan. Secara umum peraturan yang harus dilakukan pengawas masih sama, seperti tidak boleh menggunakan hand phone saat mengawasi, tidak boleh merokok, dan mondar-mandir.

Tapi khusus dalam pengawasan UNCBT pengawas tidak perlu repot-repot membagi soal. Tidak perlu membagikan LJUN dan menyegel soal yang sudah dikerjakansiswa. Apalagi mengingatkan waktu bagi siswa yang sedang mengerjakan soal. Karena seluruh teknis pengerjaan soal UN sudah berada di dalam komputer.

Selain itu untuk persiapan download soal, persiapan token siswa dan absen peserta UN pun sudah diatasi proctor yang ada di setiap kelas. “Pengawas yang mengawasi UNCBT tugasnya lebih ringan. Karena semuanya disiapkan proctor,  hanya saja yang penting pengawas  harus membuat suasana menjadi nyaman. Jadi, siswa tidak tegang,” ujarnya.

Varian soal dari setiap siswa yang berbeda, menurut Mujib, menjadi pertimbangan lain yang membuat UNCBT tidak memerlukan pengawasan ekstra. Apalagi kerahasiaan soal lebih terjamin karena tersimpan dalam bentuk data di dalam server.

“UNCBT saya rasa lebih dapat digunakan  untuk mengukur kejujuran siswa. Karena kecil kemungkinan mereka bisa curang dalam ujian semacam ini,” kata Mujib. Kapolsek Giri, AKP Sudariyono, yang ikut dalam rapat koordinasi tersebut menambahkan  jika pengamanan naskah unas tetap dilaksanakan sesuai prosedur.

Naskah tersebut baru bisa di ambil sekolah pada hari H pelaksanaan unas. Bergesernya peraturan unas yang kini bukan lagi menjadi penentu kelulusan membuat kekhawatiran masyarakat tidak seperti dulu lagi. Akan tetapi keberadaan UNCBT yang menurut Sudariyono adalah hal baru  ini memang perlu pengawasan khusus.

Bukan dari siswa sebagai peserta unas, namun lebih ke pada faktor dari luar seperti sabotase layanan internet dan listrik atau serangan ciber dari hacker. “Kita tetap amankan seluruh rangkaian UN dari  hulu sampai hilir, tetapi untuk Hacker dan Virus ini mungkin yang agak sulit untuk diawasi,” pungkasnya. (radar)

Loading...