Banyuwangi, Jurnalnews.com – Ada pemandangan baru di lingkungan Kantor Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Pemerintah Desa Bengkak merealisasikan pembangunan sebuah mushala kecil berbahan kayu jati yang berdiri di sisi selatan balai desa. Mushala berukuran 4 x 2,5 meter tersebut dibangun dengan anggaran sebesar Rp30 juta.
Pj. Kepala Desa Bengkak, Suryanto, menjelaskan bahwa pembangunan mushala ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan sarana ibadah di area kantor desa. Selama ini, menurutnya, belum tersedia fasilitas ibadah bagi perangkat desa maupun masyarakat yang beraktivitas di kantor desa.
“Sejak dulu di sini memang belum ada sarana ibadah. Karena itu kami mengusulkan pembangunan mushala dari bahan kayu jati, agar perangkat desa maupun warga yang berkegiatan di kantor desa tidak kebingungan ketika hendak menunaikan salat,” ujar Suryanto pada Jurnalnews, Kamis, 15 Januari 2026.
Ia menambahkan, keberadaan mushala tersebut juga diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi tamu dari luar desa yang datang ke kantor desa. “Sering kali ada tamu dari luar yang ingin shalat, namun harus ke masjid terdekat. Dengan adanya mushala ini, mereka bisa langsung beribadah di lingkungan kantor desa,” imbuhnya.
Pembangunan mushala ini mendapat dukungan dari Ketua BPD Desa Bengkak, Budiyono. Ia mengungkapkan bahwa wacana pembangunan mushala di lingkungan kantor desa sebenarnya sudah ada sejak lama, namun sempat tertunda.
“Dulu pernah ada rencana pembangunan mushala di sebelah utara kantor BPD. Bahkan pondasinya sempat dibangun, tetapi entah kenapa kegiatan tersebut tidak dilanjutkan oleh pemerintah desa saat itu,” kata Budiyono.
Dengan terealisasinya pembangunan mushala kayu jati tersebut, Pemerintah Desa Bengkak berharap fasilitas ibadah di kantor desa dapat dimanfaatkan secara optimal oleh perangkat desa, warga, maupun tamu yang berkunjung. (Venus Hadi)








