Pemuda Diajari Mengukir Kayu

0
331
TELATEN: Pemuda mengikuti pelatihan ukir kayu yang digelar KSM Artistik di Kelurahan/Kecamatan Giri.
TELATEN: Pemuda mengikuti pelatihan ukir kayu yang digelar KSM Artistik di Kelurahan/Kecamatan Giri.

GIRI – Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Artistik, BKM Tulus Mandiri, Kelurahan/Kecamatan Giri, punya cara menarik dalam meningkatkan keterampilan masyarakat sekitar. Dengan dukungan penuh PNPM Mandiri Perkotaan (MP), mereka membekali para pemuda setempat dengan pelatihan ukir kayu.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Rencana KSM Artistik yang akan mengadakan pelatihan ukir kayu itu awalnya sempat diragukan masyarakat, termasuk BKM Tulus Mandiri. Apalagi, penggagasnya sebagian besar masih berusia muda. “Tapi kita berhasil meyakinkan,” cetus ketua KSM Artistik Atmujo.

Menurut Atmujo, yang menyebabkan keraguan masyarakat atas BKM Tulus Mandiri adalah mengenai kelanjutan kegiatan ukir. Selain itu, masalah pemasaran dan kualitas ukiran juga sempat dipertanyakan. “Semua ini menjadi tantangan bagi kami,” katanya Berkat kegigihan KSM Artistik dan dibantu Sanggar Murni yang digawangi Doyo sebagai instruktur, program tersebut akhirnya bisa berjalan. Bahkan, BKM Tulus Mandiri melalui PNPM MP mengucurkan dana sebesar Rp 8.550.000 dalam mendukung program KSM Artistik tersebut.

Loading...

Selain itu, masih ada dana swadaya se besar Rp 750 ribu sebagai penunjang. Dalam pelatihan ukir kayu ini, jelas dia, para peserta bukan sekadar menguasai seni ukir. Sebab, mereka juga dibekali cara pemasaran. Bahkan, setiap peserta diberi bahan dan peralatan yang akan digunakan mengukir kayu. “Dengan dibekali bahan dan peralatan, peserta akan mandiri,” jelasnya.

Dengan nada serius Atmujo menyampaikan, jenis ukiran yang diajarkan dalam pelatihan tersebut penuh artistik dan ornamen kekinian. Selain itu, ukirannya banyak digemari calon konsumen. “Ukiran yang banyak diminati masyarakat,” ungkapnya. Meski pelatihan hanya berlangsung sebulan, tapi para peserta sudah cukup mahir dalam mengukir kayu. Di antara ukiran yang sudah diproduksi adalah gantungan kunci, kotak perhiasan, kotak amal masjid, dan merchandise untuk pernikahan. “Kita juga mengukir sesuai pesanan,” ungkapnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2