Pencari Rumput Disambar Sepur

0
445
RAWAN: Lintasan KA pada titik S.35 di jalan Jembrana, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

KALIPURO – Lintasan kereta api di sepanjang Stasiun Argopuro sampai Ketapang memang rawan kecelakaan. Setelah pekerja bengkel menabrak gerbong kereta api (KA) di lintasan Jalan Jembrana, Kelurahan Klatak, kecelakaan serupa terjadi di lintasan KA Bulusan, Kecamatan Kalipuro. Kali ini korbanya seorang tukang ngarit (pencari rumput), Hanafi, 60.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sabtu lalu (31/3), warga Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Bulusan, itu meninggal cukup tragis. Tubuhnya remuk setelah dilindas KA Mutiara Timur. Ceritanya, pukul 16.00 Hanafi pulang ngarit. Saat melintasi rel KA tanpa palang pintu, dari arah selatan melaju KA yang dimasinisi Matius.

Hanafi tidak mendengar bel KA lantaran dia mengalami gangguan pendengaran alias tuli. Kontan saja, KA jurusan Surabaya-Banyuwangi itu langsung menyambar tubuh Hanafi hingga dia meninggal di lokasi kejadian. “Korban memang tuli. Jadi, tidak dengar ada kereta api lewat,” ujar Kapolsek Kalipuro, AKP Sudarsono.

Menurut kapolsek, insiden seperti itu bukan kali pertama. Jumat (30/3) lalu seorang pengendara sepeda motor, Ahmad Yasin, 41, tewas setelah menabrak KA di lintasan Jalan Jembrana, Kelurahan Klatak, Kalipuro. Dalam kecelakaan tersebut, warga Dusun Kopen Bayah, Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, itu mengalami luka parah di bagian kepala, tangan, dan kaki. Sepeda motor Honda Tiger bernopol P 5072 WZ yang dikendarai Yasin rusak berat.

Loading...

Yasin meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Banyuwangi Sementara itu, kecelakaan di lintasan KA tanpa palang pintu mengundang perharian tokoh masyarakat Bulusan, R. Bomba Sugiarto. Terkait kecelakaan berturut-turut itu, Bomba mendesak pihak PT. KA Daops IX memasang palang pintu.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2