Pendaftar Tembus 1000 Orang

0
441

Program Banyuwangi Cerdas Tahun 2012


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI  – Program Banyuwangi Cerdas tahun ini banjir peminat. Tak tanggungtanggung, sejak dibuka pendaftaran beberapa waktu lalu, pendaftar calon penerima beasiswa penuh dari Pemkab Banyuwangi itu sudah mencapai 1000 orang. Kepala bidang pendidikan menengah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan Banyuwangi, Drs Suratno, mengatakan saat ini sudah ada lebih dari seribu pendaftar program Banyuwangi Cerdas.

“Setelah ini, kami akan melakukan proses verifikasi terhadap para pendaftar,” ujar Suratno, di sela-sela sosialisasi program Banyuwangi cerdas di kalangan perguruan tinggi, Sabtu (19/5). Dalam sosialisasi yang diikuti perwakilan dari Universitas Jember (Unej), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember, Universitas Brawijaya (UB), ratusan undangan yang terdiri dari kepala sekolah, serta guru bimbingan Karir dewan pendidikan, serta perwakilan wali murid, tersebut, Kepala Dispendik, Sulihtiyono, menjelaskan program Banyuwangi Cerdas didanai secara penuh APBD Kabupaten Banyuwangi.

Program ini sudah berlangsung sejak 2011 lalu. Pada 2012 ini, program Banyuwangi Cerdas memasuki tahap kedua. Selain melibatkan Unej dan STAIN Jember, tahun ini Dispendik juga bekerjasama dengan UB Malang. “Para program Banyuwangi Cerdas tahun lalu, 12 orang sudah diterima di Unej, dan 12 orang di STAIN Jember. Total, ada 24 mahasiswa Banyuwangi yang sudah mendapat beasiswa kuliah di PTN melalui Banyuwangi Cerdas,” ujar Sulihtiyono.

Padahal, kata dia, kuota yang disediakan Bupati Banyuwangi berjumlah 60 orang. Menurut Sulih, minimnya jumlah penerima beasiswa tahun lalu, disebabkan para pendaftar tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. “Bukan masalah nilai akademik yang tidak memenuhi standar, tetapi secara ekonomi, mereka berkecukupan. Sedang program ini diperuntukkan hanya bagi mereka yang tidak mampu secara ekonomi, tetapi memiliki kemampuan di bidang akademik,” pungkasnya. (radar)