Penganut Islam Aboge di Banyuwangi Awali Puasa Hari Ini

0
109

Warga-muslim-Aboge,-Desa-Seragi,-Kecamatan-Songgon-menggelar-selamatan-Idul-Fitri-tahun-lalu.

SONGGON – Pemerintah sudah menetapkan awal Bulan Ramadan 2016 ini kemarin (6/6). Namun, sebagian umat Islam  di Banyuwangi ada yang baru  mengawali puasa pada Rabu hari ini (8/6). Adalah penganut  Islam Alif Rebo Wage (Aboge).

Kelompok aliran Islam Kejawen itu berada di Dusun Bongkoran, Desa Sragi, Kecamatan Songgon. Meski berbeda, tapi warga setempat tidak terlalu risau. Bahkan, kalangan umat Islam lain tetap saling menghormati.  Sehingga, perbedaan paham tersebut tidak mengurangi rasa hormat di antara mereka.

Penganut Islam Aboge dalam  penentuan awal puasa dan hari raya memang berbeda. Bahkan,  perbedaan itu berlangsung selama  bertahun-tahun. ‘’Itu memang sudah turun-temurun,’’ ungkap Kepala Desa Sragi, Agus  Priono, kemarin.

Meski beda pandangan, tapi kerukunan antar umat beragama tetap nomor satu. Selama ini  antar warga saling menghormati dan menghargai aliran Islam Aboge tersebut. ‘’Selama ini warga rukun dan saling menghormati. Itu yang penting,” tandasnya.

Seperti kebiasaan sebelumnya, Islam Aboge cenderung melaksanakan puasa dan merayakan Lebaran paling akhir. ‘’Biasanya  mereka ngareni puasa (paling akhir, red),” ucap warga lain, Sabiis. Karena itu, perbedaan selalu  muncul mulai penentuan awal  Ramadan. Kali ini warga Aboge mulai melaksanakan puasa  pada 8 Juni besok.

Dengan begitu, warga Aboge tentu berbeda dalam menentukan 1 Syawal  mendatang. Yang pasti, kelompok penganut aliran Islam Kejawen  ini selalu melaksanakan puasa genap 30 hari dalam sebulan.  Dalam menentukan jadwal Lebaran,  penganut Aboge mempunyai  pedoman khusus, yaitu kalender  Jawa.

Dalam kalender sederhana itu ada delapan jenis tahun dalam satu windu. Satu windu terdiri atas tahun alif, ha, jim, awal, za,  dal, ba, wawu, dan jim. Dalam setahun sama dengan almanak pada umumnya, yaitu terdiri atas atas 12 bulan.

Dalam sebulan juga ada istilah pasaran, yaitu pon, wage, kliwon, legi,  dan pahing.   Sebagaimana diketahui, penghitungan  yang dianut warga Aboge dalam menentukan awal puasa dan Lebaran selalu berbeda dengan pemerintah. Dengan metode itu, pengikut Aboge biasanya selalu paling akhir dalam memulai  puasa, begitu pula saat merayakan Lebaran. (radar)

Loading...


Kata kunci yang digunakan :