Penggembala Lebah Madu di Lereng Gunung Ijen

0
824

Ternyata, ratusan kotak kayu yang lain kami dapati dalam jarak sekitar 200 meter dari lokasi pertama. Semakin ke atas, kami tetap disuguhi pemandangan yang tidak jauh berbeda. Hingga akhirnya, kami mendapati dua pemuda yang tengah beraktivitas di sekitar ratusan kotak kayu yang berlokasi di sebelah kanan jalan sekitar satu kilometer (Km) sebelum tanjakan Erek-erek tersebut. “Kotak-kotak ini adalah rumah tawon (lebah). Kami sedang membudidayakan tawon madu,” ujar seorang pemuda yang belakangan diketahui bernama Ahmad Romadhon, 21, tersebut.

Loading...

Pemuda asal Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, itu mengungkapkan, ketika tidak banyak pohon yang berbunga seperti saat ini, lebah-lebah tersebut tidak menghasilkan madu. “Kami di sini hanya membudidayakan tawon, supaya anakannya lebih banyak. Kami bawa ke sini karena di sini termasuk hutan. Jadi walau tidak sedang musim bunga, di sekitar sini ada saja satu atau dua tanaman yang berbunga,” kata dia. Dijelaskan, para peternak lebah biasa menjelajah dari satu wilayah ke wilayah lain, sekadar untuk mencari pohon yang tengah berbunga.

Bahkan tak jarang perburuan bunga itu dilakukan hingga ke luar provinsi. Pada Juni misalnya, Romadhon membawa ratusan kotak sarang lebah madu, itu ke Pasuruan. Tujuannya adalah menggembala lebah tersebut agar mengisap nektar (sari bunga) pohon randu. Lain lagi lokasi yang disatroni pada Juli. Kali ini giliran Kecamatan Wongsorejo jadi jujugan. Maklum, pada bulan ketujuh kalender Masehi itu, banyak pohon randu yang berbunga di wilayah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Situbondo tersebut. Selain Wongsorejo, lokasi favorit lain para peternak lebah pada bulan Juli adalah Situbondo, yakni agar lebah mengisap sari bunga mangga.

Pada bulan Agustus, Romadhon membawa kotak sarang tawon itu ke Semarang, Jawa Tengah (Jateng), lantaran saat itu banyak pohon karet yang berbunga di wilayah tersebut. Sedangkan di bulan September, lokasi beternak dipindah ke Subang, Jawa Barat (Jabar). Tujuannya agar lebah-lebah mendapat asupan makanan dari bunga rambutan. “Jenis bunga yang dikonsumsi lebah, akan berpengaruh terhadap rasa dan aroma madu yang dihasilkan,” kata pemuda berkulit sawo matang tersebut. Lantas, lantaran stok makanan sedikit seperti saat ini, imbuh Romadhon, tawon tidak lagi menghasilkan madu. Karena itu, pilihan satu-satunya adalah mengembangbiakkan lebah-lebah tersebut.

“Lebah yang saya budi daya mencapai 295 kotak. Satu kotak bisa berisi ratusan atau bahkan ribuan ekor lebah. Nah, karena tidak banyak pohon yang berbunga, tentu lebah-lebah itu butuh makanan tambahan,” terangnya. Lebih jauh dikatakan, makanan tambahan yang diberikan kepada lebah biasanya terbuat dari gula yang sudah dilarutkan dengan air. Air gula, itu dituang ke setiap “sisir” (julukan untuk sarang tawon yang terbuat dari malam yang dihasilkan oleh lebah pekerja di koloni lebah madu) sarang tawon. Satu kotak biasanya berisi empat sampai delapan sisir.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last