Pengungsi Raung Pulang Kampung

0
416
LEBIH JELAS: Bupati Anas mengamati rekaman gempa tremor di Seismometer Pos Pengamatan Gunung Raung, kemarin.

SONGGON – Status Gunung Raung masih tetap siaga level 3. Meski begitu, dari catatan seismometer di Pos Pengamatan Gunung Raung Di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, gempa tremor terus mengalami penurunan.

Kemarin, rata-rata gempa tremor di gunung setinggi 3.332 meter di atas permukaan laut (dpl) itu berkisar 20 mm. Beberapa hari sebelumnya mencapai 25 mm. ‘’Tiga hari ini terus turun. Mulai 22 mm, dan sekarang gempa tremor yang terekam sudah 20 mm,’’ ungkap Kepala Pos Pengamatan Gunung Raung, Balok Suryadi.

Usai menerima rombongan Bupati Abdullah Azwar Anas kemarin. Ketua tim Tanggap Darurat Gunung Raung dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Heti Tri Astuti menambahkan, meski gempa mengalami penurunan, tapi sampai saat ini status Gunung Raung masih siaga level III.

‘’Tapi, kita terus analisis dengan beberapa data lain, seperti sismik yang kita pasang temporer dan GBS untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkanik,” beber Heti. Sementara itu, penurunan aktivitas gunung terbesar se-Jawa itu membuat warga lega. Jika beberapa hari lalu sempat ada yang mengungsi, kini mereka mulai kembali. ‘’Sekarang warga yang mengungsi datang lagi,’’ ungkap Kepala Dusun Lider, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Sutiono, kemarin.

Dia mengaku bahwa beberapa hari terakhir banyak warga yang menjual hewan ternak. Hal itu dilatarbelakangi kekhawatiran atas kondisi Gunung Raung. ‘’Warga banyak yang telanjur menjual sapi. Kira-kira ada 12 sapi yang sudah dijual. Tapi, sekarang sudah nggak ada yang di jual lagi,’’ paparnya. Sementara itu, menyusul sta tus Gunung Raung yang ma sih siaga, kemarin ratusan warga menggelar istighotsah di masjid besar Desa/Kecamatan Songgon.

Istighotsah berlangsung selama 1,5 jam dan dipandu secara bergantian oleh para kiai se-Kecamatan Songgon. Pukul 09.00, forum pimpinan daerah (forpimda) hadir dalam istighotsah tersebut. Mereka adalah Bupati Banyuwangi Ab dullah Azwar Anas, Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Mu slimin Fasya, dan Sekkab Slamet Karyono.

Bupati Anas menuturkan, istighotsah tersebut di harapkan bisa mencegah marabahaya. Sebab, sudah di jelaskan dalam di berbagai ayat Alquran tentang hal itu. ‘’Dengan istighotsah, mudahmu dahan Allah menjauhkan kita dari bahaya dan kita senantiasa diberi keselamatan,‘’ tutur bupati yang baru saja menunaikan ibadah haji itu. Pada kesempatan lain, Bupati Anas juga menyampaikan bahwa istighotsah tersebut sebagai upaya mendorong tokoh agama yang dekat dengan masyarakat untuk bertemu dalam suatu wadah, yakni istighotsah. ‘’Istighotsah itu berdoa agar bencana tidak terjadi.

Baca :
Polisi Banyuwangi Mulai Sosialisasi Larangan Mudik 2021

Harapan kita tidak sampai terjadi,’’ katanya. Meski begitu, Bupati Anas juga sudah menyiapkan beberapa hal jika nanti Gunung Raung benar-benar meletus. Sampai saat ini, pemerintah terus melakukan koordinasi untuk menyiapkan segala kemungkinan buruk. ‘’Perencanaan dalam situasi darurat sekalipun kita siap. Hari ini, saya minta ekspose dari staf pemerintahan daerah sebelum kedatangan kepala BNPN besok,’’ katanya.

Bupati Anas juga salut atas langkah warga yang menggelar pengajian di berbagai kesempatan. ‘’Formula sudah bagus. Ada tokoh agama bersama warga melakukan istighotsah. Selain itu, pemutaran film sebagai sosialisasi juga sangat baik. Mudah-mudahan letusan tahun 1956 yang tinggi asapnya mencapai 12 kilometer tidak terjadi. Ini yang kita khawatirkan,” jelasnya. Dalam waktu dekat pihaknya bakal mengumpulkan tokoh lintas agama. ‘’Kita gelar pertemuan dengan tokoh lintas agama, karena mereka bisa mengadvokasi warga jika bencana sewaktu-waktu terjadi,” tandasnya. (radar)