Pengunjung Pulau Merah Merosot

0
263

pengunjungBANYUWANGI – Angka kunjungan ke tempat wisata di Banyuwangi Selatan mengalami penurunan drastis selama bulan Puasa. Kunjungan ke Pulau Merah di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, diprediksi mengalami penyusutan lebih dari 50 persen. Sepinya tempat wisata selama bulan Puasa itu berpengaruh langsung terhadap para pedagang di kawasan tersebut. Hal itu diakui Pokja Sadar Wisata Pulau Merah, Anang Supriyadi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kunjungan selama Ramadan, kata dia, memang menurun Hal tersebut karena tipologi wisatawan lokal berkunjung ke pantai sembari mengadakan makan-makan. “Jadi, saat puasa mereka enggan ke sini, karena tidak bisa makan-makan,” jelas lelaki yang juga bekerja sebagai dosen itu. Yogi Turnando, 26, salah seorang koordinator pedagang di Pulau Merah menyatakan, penurunan selama Ramadan ini sangat terasa bagi mereka. 

Untuk menutup lubang tersebut, para pedagang berencana akan memaksimalkan pada liburan Lebaran mendatang. “Penyusutan sampai 50 persen lebih,” ujarnya. Penurunan kunjungan wisatawan itu dialami oleh wisatawan lokal. Sebaliknya, kunjungan wisatawan mancanegara relatif masih stabil. “Kalau yang dari luar sama, lokal turun drastis,” keluhnya. Untuk menyambut ledakan pengujung pada liburan Lebaran mendatang, kelompok sadar wisata bersama para pedagang Pulau Merah sudah memulai menyiapkan berbagai kebutuhan pengunjung.

 Selain itu, Yogi memastikan tetap terjaganya kepastian harga jual makanan maupun kebutuhan yang disiapkan di kawasan tersebut. “Kalau harga dijamin tidak ada banderol yang melebihi batas kewajaran,” tegasnya. Sementara itu, pihak penyedia layanan paket wisata di sekitar Pulau Merah mengaku juga sudah berancang-ancang dengan datangnya masa Lebaran.  

Sementara itu, Jaynuri, 26, warga setempat, mengaku tetap menjadikan Pulau Merah dan objek wisata alam lainnya menjadi destinasi utama yang ditawarkan kepada wisatawan mancanegara. Selain itu, pihaknya mengaku justru memanfaatkan Lebaran sebagai momen wisata budaya.“Kalau Pulau Merah-nya wajib, tapi yang kita tawarkan justru budaya dan keramaian Lebaran itu sendiri,“ cetus pria yang pernah berkunjung ke beberapa negara di Asia itu. (radar)

Loading...