Berita Terkini Seputar Banyuwangi
Sosial  

Perhutani Tebangi Pohon Pinggir Jalan

PAKAI CHAINSAW: Dua pekerja sedang memotong pohon yang tumbang di tepi jalan Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, kemarin
PAKAI CHAINSAW: Dua pekerja sedang memotong pohon yang tumbang di tepi jalan Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, kemarin
PAKAI CHAINSAW: Dua pekerja sedang
memotong pohon yang tumbang di tepi jalan Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, kemarin

PURWOHARJO – Tuntutan warga agar pihak Perhutani segera memotong pohon klampis yang tumbuh di sepanjang jalan Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, tampaknya berhasil. Tujuannya, agar pohon yang berdiri di tepi jalan itu tidak lagi memakan korban lanjutan akibat tertimpa pohon Kemarin pihak Perhutani mulai menebang pohon menyusul desakan warga tersebut. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, sejumlah pekerja tampak menebang pohon menggunakan mesin chainsaw.

Aksi pekerja itu di bawah pengawasan pihak Perhutani. Seorang mandor tampak berada di tempat penebangan selama proses penebangan berlangsung. Selain menggunakan mesin, para pekerja juga menggunakan kapak untuk memotong pohon. Aktivitas penebangan pohon itu membuat kendaraan yang melintas terpaksa berhenti sambil menunggu pohon yang tumbang dipindah. Celakanya, para pekerja itu bisa membawa pulang batangan pohon tersebut. Bahkan, pohon itu rencananya bakal dijual. ‘’Saya mulai pagi tadi. Ini nanti dijual,’’ cetus salah satu warga sambil mengangkat batang kayu ke atas motornya kemarin. Menurut dia, kayu itu tidak dijual secara batangan, melainkan dihitung dalam jumlah besar.

Dia menyebut, kayu itu ditumpuk dulu lalu dijual. Sayang, dia tidak menyebut berapa harganya. ‘’Nanti dihitung dulu,” katanya. Seorang mandor, Afandi, menolak saat diminta tanggapan terkait penebangan pohon kemarin. Sebab, yang bisa di mintai keterangan hanya ata sannya. ‘’Nanti saya takut sa lah,” imbuhnya Menurutnya, penebangan pohon itu sesuai ancaman warga dan sesuai pernyataan Adm KPH Banyuwangi Se latan, Ahmad Basuki, sehari sebelumnya. ‘’Tidak semua ditebang, cuma yang berbahaya,” katanya. Wahyu, warga Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, mengisahkan bahwa dirinya pernah mengalami nasib apes saat melintas di jalan tersebut. Beruntung, pohon yang tumbang itu bisa dihindari. ‘

’Untung saya nggak kena,’’ katanya. Saat itu, dia bersama istri dan anak-anaknya menuju pantai Wahana Wisata Grajagan. ‘’Saat itu awal tahun baru. Sangat cocok sekali kalau pohon yang ada di tepi jalan itu dipotong karena berbahaya,” usulnya. Diberitakan sebelumnya, puluhan warga mengamuk dengan cara menebang pohon klampis milik Perhutani yang berdiri di tepi jalan Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Ba nyuwangi, Selasa siang kemarin (29/5). Aksi warga tersebut dipicu kecelakaan yang menewaskan Suhargono, 33, warga Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan.

Suhargono meninggal dunia setelah tertimpa pohon saat mengendarai motor di jalan raya tersebut. Bapak satu anak itu meninggal di lokasi kejadian yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari RPH Gaul, BKPH Karetan, KPH Banyuwangi Selatan. Kecelakaan maut itu sebenarnya terjadi sekitar pukul 18.30. Pembabatan pohon tersebut merupakan puncak kemarahan warga. Sebab, selama ini sudah beberapa kali warga tertimpa pohon di jalan (radar).

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE