Periksa IVA Cegah Kanker Leher Rahim

0
186

peroksaSEMPU – Semakin banyaknya penyakit kanker leher rahim (ca cervix) dan infeksi menular seksual di masyarakat mengundang keprihatinan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Banyuwangi. Di ulang tahunnya ke-62, IBI Banyuwangi mengadakan kegiatan sosial pada 12 April hingga 10 Mei mendatang. Acara diawali dengan tabur bunga ke makam para bidan yang sudah meninggal dan sowan ke sesepuh IBI yang sudah purnatugas.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Kemudian digelar seminar dan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA) di tujuh titik ranting IBI yang ada di Banyuwangi,” ujar Ketua IBI Banyuwangi Hj. U.Werdiningsih SKM.MPH. Sabtu (27/4) lalu, IBI bekerjasama dengan Puskesmas Sempu mengadakan pemeriksaan IVA terhadap 99 perempuan yang mempunyai keluhan dan resiko tinggi. Tujuan pemeriksaan ini untuk mendeteksi dini lesi (lecet) pra kanker servik. Para peserta ini 90 persen lesi pra kanker terjadi pada usia di bawah 45 tahun.

Perjalanan alamiah kanker servik dari lesi pra kanker ke kanker servik di atas 10 tahun melalui tahapan CIN (Cervical Intra Epithelial Neoplasma). Dari 99 wanita yang diperiksa,ditemukan 16 wanita yang positif IVA. Mereka kemudian dirujuk ke RSUD Genteng untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sedang yang erosi/lecet diobati tim dokter Puskesmas Sempu sebanyak 23 orang. “Keuntungan dari IVA ini mudah, murah, sensitifitasnya tinggi, dan waktunya cepat,” kata koordinator kegiatan IVA, Indah Suwartiningsih SST.MMKes.

Selain diperiksa IVA, 99 perempuan tersebut juga diperiksa infeksi menular seksual oleh tim pemberantasan penyakit menular Puskesmas Sempu yang terdiri dari Juniah Amd.Kep, dan Anik Ekawati.Amd. Pada April lalu, Puskesmas Sempu ditunjuk sebagai puskesmas VCT (Voluntary Conseling and Testing). Pemeriksaan ini sebagai bentuk usaha deteksi dini dan menekan angka penyakit IMS. Terutama HIV/AIDS yang di Banyuwangi sudah ada 1.416 orang pendeita.

“Pokoknya, kalau Puskesmas Sempu ini selalu welcome dengan lintas sektor apapun. Kami juga akan memfasilitasi segala yang diperlukan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dan hasil hampir selalu berbanding lurus dengan upaya kita,” ujar Kepala Puskesmas Sempu, Hadi Kusairi. (radar)

Loading...