Permintaan Sepi, Harga Telur Turun

0
2336
Ilustrasi angon bebek
Ilustrasi angon bebek

GENTENG – Selama Muharram atau Suro, bagi sebagian masyarakat menganggap pamali untuk menggelar hajatan. Dan itu, ternyata berimbas pada usaha penjualan telur bebek yang ditekuni warga.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Salah satu peternak bebek, Wahyudi, 38, warga Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, yang memiliki ratusan bebek petelur mengungkapkan saat ini harga telur sangat murah, yakni di bawah angka Rp 1.000 per butir. Padahal, bulan sebelumnya harga bisa bertengger diangka Rp 1.300 per butir. “Harganya turun,” katanya.

Dengan harga telur yang turun itu, terang dia, mempengaruhi pemasukan. Dia mengungkapkan, dari 100 bebek yang dimiliki, telur yang didapat paling banyak sekitar 80 butir per hari.

Untuk pakan, perhari habis 12 kilogram katul dengan harga antara Rp 3.500 sampai Rp 4.000 per kilogram. Selain itu, ada tambahan lain berupa sentrat dan vitamin ternak. “Pengeluaran mencapai Rp 50 ribu,” ungkapnyra.

Loading...

Jika dikalkulasikan dengan jumlah telur, jelas dia, maka pendapatan yang dia peroleh setiap hari hanya Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. “Kalau bebek dipakan sendiri, hasilnya tidak mencukupi,” katanya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last