Petani Dilatih Produksi Pupuk Organik

0
579

petanidilatihSINGOJURUH – Di tengah santernya berita kelangkaan pupuk kimia, Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) Banyuwangi menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik kepada kelompok tani (Poktan) kemarin (19/8). Pelatihan dibuka oleh Kepala Distanhutbun Ir H Ikrori Hudanto di sekretariat Poktan Singo Karyo, Desa Singojuruh, Kecamatan Singojuruh.  Ikrori menjelaskan bahwa tujuan pelatihan tersebut adalah untuk menerapkan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi petani sebagai solusi mengurangi penggunaan pupuk kimia.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pupuk organik adalah satu-satunya solusi yang mudah diterapkan petani. “Pupuk organik bisa meningkatkan kesuburan tanah, akhirnya hasil panen akan meningkat. Petani bisa bisa sejahtera. Saya ingin petani Banyuwangi biso gemuyu!,” tegas  Ikrori di hadapan puluhan anggota Poktan yang hadir. Dalam pelatihan tersebut, para peserta mempraktikkan cara mengoplos bahan pupuk organik seperti kotoran ternak, dedak/bekatul, tetes tebu dan dekomposer. 

Selain digelar di Kecamatan Singojuruh, kegiatan serupa juga di gelar di lima kecamatan lain, yaitu Kecamatan Srono, Wongsorejo, Gambiran, Purwoharjo, dan Pesanggaran. Total ada 12 Poktan yang mendapat kesempatan mengikuti pelatihan yang digelar hingga 22 Agustus mendatang. Selain itu, masing-masing Poktan mendapat bantuan bahan dan alat untuk membuat pupuk organik. Seperti Kotoran ternak, dedak/bekatul, tetes tebu, dekomposer EM-4, terpal, cangkul, gembor, sekrop, dan handsprayer 15 L.

Sekadar diketahui, sesuai data yang dikeluarkan oleh Distanhutbun, penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan produksi panen hingga dua ton per hektare. Menggunakan pupuk kimia, setiap hektare menghasilkan lima ton padi. Jika menggunakan pupuk organik per hektare lahan menghasilkan tujuh ton. “Ada peningkatkan dua ton,” jelas Kasi Pengelolaan Lahan dan Air, Ilham Juanda SP. (radar)

Loading...