Peternak Susah Cari Rumput, Petani Terancam Merugi

0
494

ABU vulkanik yang dipicu meningkatnya aktivitas Gunung Raung memang bukan pertama kali terjadi. Tetapi, kali ini berlangsung hingga beberapa hari. Tak ayal hal itu menimbulkan masalah bagi warga. Hujan abu vulkanik pertama terjadi pada tanggal 11 Juli.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Saat itu warga kaget bukan kepalang. Sebab, abu tersebut sangat mengganggu  warga dalam beraktivitas. Jika dicermati, abu yang mengguyur seputar Kota Gandrung dalam dua tahap itu ada perbedaan. Episode awal, butiran  abu lebih kasar.

Episode kedua, butiran abu yang mengguyur lebih halus. Tetapi, pada episode kedua hujan abu terjadi terus-menerus. Akibatnya, abu berwarna hitam itu sangat jelas terlihat di genting permukiman warga. Daun hijau aneka jenis tanaman pun berubah warna.

Desa Sumberarum, Kecamatan  Songgon, adalah wilayah yang paling parah terdampak abu vulkanik. Sebab, desa itu merupakan yang paling dekat dengan puncak gunung setinggi 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.

Hujan abu yang terjadi belakangan   ini membuat warga kelabakan.  Warga yang memelihara hewan ternak adalah yang paling berduka. Sebab, mereka terganggu dalam mencari rumput untuk pakan ternak. Bayangkan, sebagian besar rumput diguyur abu vulkanik.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last