Polisi Kantongi Identitas Pembunuh

0
587

Kejar Pelaku Sampai ke Bali


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

GAMBIRAN – Polisi terus memburu pelaku pembunuhan Eka Yuliawati, 17, warga Dusun Krajan, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. Dari keterangan sejumlah saksi, polisi akhirnya mengantongi nama pelaku pembunuhan itu. Motif pembunuhan juga terungkap, yakni masalah asmara. Pernyataan itu disampaikan Kapolres Banyuwangi, AKBP Nanang Masbudi, kepada wartawan kemarin. ”Kita sudah kantongi nama pelaku. Pembunuhan ini bermotif asmara,’’ kata kapolres di Kantor Bersama Samsat Banyuwangi kemarin.

Masih terkait pelaku pembunuhan, Selasa malam (24/4) kemarin aparat kepolisian menggerebek sebuah rumah di Desa Yosomulyo yang diduga kuat merupakan rumah seseorang yang menghabisi nyawa siswi kelas VIII salah satu SMP swasta di Kecamatan Purwoharjo itu. Informasi yang diterima wartawan koran ini menyebutkan, rumah yang digerebek polisi itu adalah rumah seorang laki-laki berinisial H. Pria yang sudah berkeluarga tersebut diyakini memiliki hubungan spesial dengan korban.

Sayangnya, pada penggerebekan itu petugas gagal menciduk H. Aparat hanya mengamankan dua perempuan yang tidak lain adalah istri dan mertua H.Sebelum rumahnya digerebek, pria yang memiliki hubungan khusus dengan korban yang saat ditemukan berada dalam kondisi hamil muda tersebut sudah kabur ke Bali. Beberapa personel tim khusus polres sudah dikerahkan untuk mengejar H ke Bali. Namun, semua kabar itu dibantah Kapolsek Gambiran, AKP Ibnu Mas’ud. Dikoni  rmasi via telepon kemarin (25/4), dia menampik kabar yang menyatakan polisi sempat menggerebek sebuah rumah di Desa Yosomulyo.

Loading...

“Tidak ada (penggerebekan) itu. Saya tidak tahu. Kami masih melakukan penyelidikan,” ujarnya. Kapolsek juga tidak bisa memastikan apakah korban hamil ataukah tidak. Sebab, pihaknya belum menerima laporan resmi hasil otopsi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng. Diberitakan sebelumnya, Eka ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di sawah Dusun Krajan 1, Desa/Kecamatan Gambiran, sekitar pukul 20.00, Minggu (22/4). Kuat dugaan, dia merupakan korban pembunuhan. Sebab, saat ditemukan ada luka menganga di leher.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2