Polisi Sterilkan Kampus dari Preman

0
648

Mahasiswa-dan-alumni-Untag-1945-men-dobrak-pagar-kampus-karena-tidak-diperbolehkan-masuk,-sore-kemarin.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SEMENTARA itu, kisruh di tubuh Perpenas mendapat perhatian aparat kepolisian. Sejak pagi satu SSK Polres Banyuwangi  disiagakan di kampus yang beralamat di  Jalan Adi Sucipto tersebut. Begitu masuk, pasukan Sabhara itu langsung menyeterilkan kampus dari “preman-preman” bayaran.

Satu-persatu mereka langsung dikeluarkan dari dalam kampus. Puluhan pria bertubuh kekar berpakain hitam itu langsung menyingkir. Mereka akhirnya hanya duduk-duduk  di pinggir jalan. Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (Ampek)  tak mau ketinggalan.

Sejak pukul 10.00 mereka  sudah berorasi sambil mengumpulkan koin  di pertigaan Jalan KH. Agus Salim yang  bertujuan menyindir ulah rektorat. Ampek menganggap preman yang menjaga gerbang Untag itu dibayar dengan uang kuliah mereka.

Sambil mengangkat spanduk berisi protes, para mahasiswa yang menggunakan  almamater merah itu menerima koin yang diberikan pengguna jalan. Sekitar dua jam kemudian para mahasiswa itu bergerak ke depan gerbang Untag.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last