Produksi Sentra Sabun Cuci Made in Banyuwangi

0
1865

produksiMinim Parfum Agar tak Meninggalkan Racun di Piring Busa melimpah dan aroma harum ternyata tak selalu berbanding lurus dengan kualitas suatu produk sabun. Berbekal hasil riset dan modal patungan, empat warga Banyuwangi mencoba membelalakkan mata masyarakat dengan memproduksi sabun cuci yang diklaim jauh lebih berkualitas daripada sabun cuci merek terkenal.

TEROBOSAN yang dilakukan empat warga Banyuwangi ini me mang cukup berani. Prihatin dengan banyaknya warga yang mengikuti pelatihan mengkreasi suatu produk tapi nihil tindak lanjut, Hari Triantoko, 34; Donny Andrian, 33; Muhammad Sodiq, 34; dan Shandi Romadhona, sepakat menggelar pelatihan keterampilan sekaligus membantu pemasaran produk hasil kreasi peserta pelatihan tersebut. Uniknya, produk yang diproduksi bisa dikatakan kurang lazim produk si pelaku industri rumahan (home industry).

Jika mayoritas home industry, khususnya di Bumi Blambangan, memproduksi suvenir, makanan, dan minuman, keempat pria itu memilih sabun cuci cair sebagai produk unggulan. Cerita berawal ketika keempat pria yang berteman sejak duduk di bangku SMP itu secara tidak sengaja bertemu di suatu tempat sekitar setahun lalu. Sejak itu pertemuan mereka berlangsung intensif. Kemudian, muncul ide menggelar pelatihan yang dibarengi penyediaan bahan dan peralatan produksi bagi para peserta.

Selain itu, Hari, Donny, Sodiq, dan Shandi, juga sepakat membantu pemasaran produk yang dihasilkan peserta. Kami sering melihat warga mengikuti pelatihan. Namun, setelah berhasil menciptakan produk, tidak ada tindak lanjut. Akibatnya, pengetahuan yang didapat dari pelatihan tersebut tidak bisa dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, kami tergerak memberikan pelatihan sekaligus memberikan bantuan bahan dan peralatan kepada peserta. Kami juga membantu memasarkan produk yang dihasilkan,” ujar Donny Senin lalu (17/2).

Singkat cerita, mereka sepakat mem berikan pelatihan membuat sabun cuci cair. Mereka “menimba” pengetahuan membuat sabun cuci itu dari internet. Namun, pengetahuan yang didapat di internet itu tidak seratus persen berhasil menghasilkan produk berkualitas prima. Awalnya, sabun cuci yang dihasilkan  sangat encer dan tidak berbusa. Riset lanjutan dilakukan guna menyempurnakan sabun cuci cair tersebut. Akhirnya, setelah melewati fase trial and error, terciptalah komposisi sabun cuci cair ramah lingkungan yang multifungsi.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last