Puluhan Domba Mati Misterius di Banyuwangi

0
2155

Warga-menyaksikan-bangkai-domba-setelah-dihabisi-makhluk-misterius


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Warga Resah, Tiap Malam Ronda

BANYUWANGI – Warga Kelurahan Sumberejo, Banyuwangi, resah dalam sepekan terakhir. Puluhan hewan ternak berupa domba mati mengenaskan dengan luka gigitan di leher. Penyebab pasti kematian puluhan domba tersebut masih misterius.

Yang pasti, dengan kematian kambing tersebut warga tidak bisa tidur nyenyak. Mereka terus  melakukan ronda malam demi menangkap “makhluk” misterius pemakan domba milik warga itu. Ada beberapa versi yang berkembang di masyarakat terkait kematian misterius hewan ternak  tersebut.

Versi pertama, diduga karena ulah manusia yang sedang mempelajari ilmu pesugihan. Versi kedua, karena diburu pelaku spesialis pencurian hewan potong di tempat. Versi lain menyebut dimakan binatang buas, seperti anjing  liar.

Akibat peristiwa itu, sebagian warga mulai resah karena sudah berlangsung terus-menerus selama satu minggu. Keresahan dialami Sanusi, 70, warga Kelurahan Sumberejo,  Kecamatan Banyuwangi. Empat ekor kambing miliknya mati  karena digigit makhluk yang dia sebut “lembo” tersebut.

Diungkapkan Sanusi, kematian domba tersebut terjadi Minggu dini hari (29/5) pukul 02.00. Kala itu Sanusi yang sedang menjaga domba-domba di kandangnya di Lingkungan Baluk, Kelurahan Kebalenan, pergi membeli kopi.

Pukul 03.00 setelah membeli  kopi, lelaki berusia 70 tahun itu kembali ke kandang domba. Betapa terkejutnya Sanusi saat  melihat seekor dombanya sudah terkapar di luar kandang. Domba  itu mati dengan bekas gigitan empat taring di leher.

Sanusi  langsung mencari domba yang  lain. Betapa terkejutnya Sanusi melihat tiga domba lainnya bernasib sama. Bahkan, satu ekor domba miliknya,  bagian tubuhnya terkoyak hingga organ dalamnya keluar. Pria yang bekerja sebagai petani  itu pun menangis ketika melihat domba-domba yang dia rawat mati bergelimpangan.

Dia menyebut,  hewan yang dipelihara dengan susah payah itu adalah simpanan untuk hari tuanya. “Ini pasti ulah lembo, orang yang mempelajari ilmu pesugihan. Biasanya mereka itu muncul waktu bulan Suro. Tapi kenapa  sekarang sudah muncul,” ujar  Sanusi keheranan.

Saat Jawa Pos Radar Banyuwangi tiba di lokasi yang berjarak sekitar 500 meter dari Mapolres Banyuwangi, tampak mamalia berwarna putih itu masih dibiarkan bergelimpangan di sekitar  ladang. Sanusi menuturkan, sebelum dia datang, pejabat dari kelurahan dan polisi juga datang. Mereka minta membiarkan barang  bukti tersebut.

“Di barat sana dua domba milik Pak Paidi  juga kena tadi malam,” imbuh  Sanusi. Kejadian yang sama juga menimpa domba milik Jurin, 58, warga RT 2/RW 2, Dusun Jogolatri,  Kelurahan Sumberejo, Kecamatan  Banyuwangi. Delapan ekor  dombanya mati karena menjadi korban gigitan makhluk misterius pada Sabtu (21/5) lalu.

Ciri-cirinya  sama dengan kejadian yang  dialami Sanusi. Domba-domba  itu digigit pada malam hari. Enam ekor domba baru ditemukan keesokan harinya dengan  kondisi sudah mati dan dua ekor sekarat. “Lembo ini biasanya  mengincar hewan-hewan berwarna  putih. Yang diserang bukan kambing, tapi domba. Bentuk
lembo ini mirip harimau, tapi badannya manusia. Karena  aslinya memang manusia jadi-jadian,” ungkap Jurin.

Biasanya peristiwa serangan  lembo terhadap domba, kata Jurin, akan berlangsung selama 40 hari. Karena peristiwa ini baru berlangsung selama satu minggu,  Jurin pun berusaha menjaga 20 domba miliknya yang masih  hidup.

Leher domba yang masih  hidup itu diberi tanda merah menggunakan pewarna. Tujuannya supaya makhluk yang ingin menggigit domba tersebut mengira jika si domba sudah berdarah. “Saya juga jaga di kandang domba, kebetulan tidak terlalu jauh. Warga mengaku  ada yang pernah melihat wujud lembo. Katanya sepasang lelaki dan perempuan,’’ ungkap Jurin.

Kematian misterius puluhan domba itu mengingatkan kejadian serupa beberapa tahun lalu di Kecamatan Licin. Kala itu banyak  hewan ternak milik warga mati  diduga karena diburu makhluk  jadi-jadian. “Entah kenapa sebabnya.  Matinya mengenaskan,”  beber Sofyan, seorang warga  yang melihat kematian domba di Sumberejo, kemarin.

Melihat luka di tubuh ternak  tersebut, paling parah dialami seekor domba yang hanya menyisakan isi perut dan tulang saja. Kepala kambing utuh.  Ternak ini ditemukan di dekat areal kebun singkong persis di  depan perumahan Istana Brawijaya.  (radar)