Puluhan Siswa Keracunan Keong

0
472
LEMAS: Indra Nurcahyo dirawat di RSUD Blambangan kemarin.

GLAGAH – Ini peringatan bagi kalangan pelajar agar tidak jajan sembarangan. Diduga keracunan camilan keong goreng yang dijual di sekolah, sedikitnya 22 siswa SDN 1 Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, jatuh sakit. Guru di sekolah tersebut langsung membawa puluhan siswa yang keracunan itu ke Puskesmas Paspan, Kecamatan Glagah, pagi kemarin (16/4).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Puluhan siswa itu terpaksa dibawa ke puskesmas karena mengaku tak kuat menahan sakit. Mereka mengeluh perutnya mual, kepalanya pusing, dan gatal-gatal. Diduga, mereka keracunan keong goreng. Dari 22 siswa yang sakit, dua di antaranya terpaksa dirujuk ke RSUD Blambangan karena kondisinya terlalu lemah.

Kedua siswa yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit itu adalah Indra Nur Cahyo dan Riyan. Indra harus menjalani perawatan di rumah sakit karena tubuhnya lemas. Riyan sudah dibawa pulang oleh keluarganya. “Riyan seharusnya rawat inap juga,” terang dokter jaga di RSUD Blambangan, dr. Kasih Widi Astuti.

Menurut dokter Widi, kondisi Riyan sebenarnya masih belum normal. Tubuh siswa SD tersebut masih lemah. Pihaknya sudah menyarankan agar Riyan dirawat lebih serius di rumah sakit. “Karena orang tuanya bersikeras membawanya pulang, kita tidak bisa berbuat banyak,” tutur Widi.

Sambungan dari Hal 25 Sebelum dibawa ke RSUD Blambangan, Indra dan Riyan sudah diperiksa di Puskesmas Paspan bersama 20 temannya yang keracunan. Setelah pulang dari puskesmas, saat berada di rumah masing-masing, kedua siswa kelas IV itu mual dan pusing. Pihak keluarga langsung membawa mereka ke Puskesmas Kemiren.

Dalam pemeriksaan lanjutan tersebut, keduanya langsung dirujuk ke RSUD Blambangan. “Saat dibawa ke puskesmas, semua baik,” terang Mardiyah, salah satu perawat di Puskesmas Paspan. Dugaan keracunan makanan tersebut terjadi sekitar pukul 09.15. Setelah menerima pelajaran, perut mereka mual dan kepala pusing.

Para siswa yang sakit tersebut ternyata baru saja mengonsumsi keong goreng yang dijajakan SRL, teman mereka sendiri. “SRL adalah teman para korban, juga masih sekolah di SDN 1 Kemiren,” sebut Kapolsek Glagah, AKP Jupriyadi. Untuk keperluan penyelidikan, satu renteng keong goreng yang sempat dijual SRL diamankan di Mapolsek Glagah.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi juga ikut mengambil sampel keong goreng tersebut untuk diperiksa di laboratorium. “Diduga (para siswa) keracunan keong goreng itu,” sebut Kapolsek Jupriyadi. Untuk mengungkap penyebab keracunan, Kapolsek Jupriyadi akan memanggil orang yang menjual keong goreng tersebut.

lantaran si penjual masih shock, pihaknya harus berhati-hati dan sabar dalam menangani perkara tersebut. “Yang menjual keong goreng itu masih kecil dan sekarang shock. Kita tunggu saja nanti,” kata suami lurah Bakungan itu. (radar)