Puri Gumuk Merang Pelopori Piagam Raja Nusantara

0
678
NARASUMBER: Pelatihan selama empat hari di SDN Model di khu- suskan untuk mendalami materi pengelolaan tanggap darurat.

BANYUWANGI–Warisan nilai budaya tanah air memang tidak terhingga nilainya. Ini sekaligus  menjadi tantangan bagi setiap generasi untuk meneladani, menjaga, dan mewariskan nilai-nilai luhur yang ada di dalamnya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Itulah yang kini terus dipegang oleh Pemangku Puri Gumuk Merang, yang merupakan keturunan Raja Blambangan, Prabu Tawang Alun. Demi menjaga kelestarian nilai dan khazanah budaya yang ada di dalamnya, Februari 2012 lalu, Pemangku Puri Gumuk, Mas Dalem Haji Slamet Utomo mengikuti pertemuan, dengan beberapa kesultanan dan raja Nusantara.

Loading...

Yang turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Kesultanan Aceh, Jendral Purnawirawan Tyasno Sudarso, Keraton Surakarta Hadiningrat, para pelingsir atau raja di Bali, dan beberapa tokoh penting nasional. Mereka bertemu dan berkumpul untuk tujuan meninjau kembali pentingnya warisan budaya kerajaan dalam era globalisasi dan kebebasan saat ini.

Dalam konsolidasi tersebut, keputusan penting yang dihasilkan adalah piagam Raja Nusantara. Hasil dari pertemuan yang digelar di Bali tersebut langsung diserahkan kepada Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan DPR–MPR RI. Piagam tersebut, salah satunya memuat isi tentang memperkokoh peranan kontrol sosial budaya sesuai Pancasila.

Sekadar diketahui, puri merupakan kediaman keturunan raja yang telah musnah kerajaannya. Puri Gumuk merupakan puri yang kini ditempati salah satu keturunan Raja Blambangan Prabu Tawang Alun dan juga Raja Bayu Rempeg Jogopati. Kini puri tersebut juga menjadi wadah pelestarian budaya, sejarah, dan heritage Kerajaan Blambangan.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2