Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Puskesmas Minimal Punya 2 Dokter

BANYUWANGI – Program Puskesmas Berbasis Dokter Keluarga (PBDK) yang merupakan kerja sama Pemkab Banyuwangi dan PT Asuransi Kesehatan (Askes) sejak 2012 lalu dinilai menuai sukses. Selain berhasil meningkatkan angka kunjungan peserta Askes berstatus PNS ke delapan PBDK, program itu juga berhasil menekan angka rujukan pasien dari puskesmas ke rumah sakit (RS).

Tidak hanya itu, angka kepuasan masyarakat pengguna layanan PBDK juga terdongkrak pasca program tersebut diberlakukan. Pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, Widji Lestariono mengatakan, dibanding sebelum PBDK dilaksanakan, kini terjadi peningkatan signifikan terkait kunjungan peserta Askes PNS ke delapan puskesmas tersebut.

“Target yang ditetapkan, kunjungan ke puskesmas sebesar 20 persen dari seluruh peserta Askes PNS. Saat ini, ada beberapa PBDK yang tingkat kunjungannya melebihi 20 persen,” ujar lelaki yang akrab disapa Rio itu Senin lalu (27/5). Rio menambahkan, penekanan angka rujukan dari PBDK ke RS ditarget di bawah sepuluh persen.

Realisasinya, sejumlah PBDK mampu menekan angka rujukan ke RS hingga di bawah sepuluh persen Salah satu contoh pus kesmas (PBDK) yang berhasil meningkatkan angka kunjungan dan menekan rujukan ke RS hing ga di bawah sepuluh persen adalah Puskesmas Sempu,” imbuhnya. Menurut Rio, indeks kepuasan ma syarakat pengguna layanan pus kesmas juga mengalami pe ningkatan cukup signifi kan.

“Delapan PBDK tersebut terdiriatas Puskesmas Mojopanggung, Puskesmas Gitik, Puskesmas Sempu, Puskesmas Benculuk, dan Puskesmas Pesanggaran, Puskesmas Sambirejo, Pus kesmasSepanjang, dan Puskesmas  Singojuruh,” rincinya. Rio mengaku, bulan ini akan memperpanjang kerja sama dengan PT Askes terkait program PBDK tersebut.

Bahkan, lan taran program itu dinilai berhasil meningkatkan pe layanan di puskesmas, Rio berharap ada penambahan jum lah PBDK. “Tentu harus disesuaikan persyaratan yang harus dipenuhi puskesmas. Mi salnya, harus memiliki minimal dua dokter dan mampu me nye diakan tempat tunggu serta tempat periksa tersendiri bagi peserta program dokter ke luarga,” pungkasnya. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE