Putus Asa, Kakek Gantung Diri di Pohon

  • Bagikan
Foto: Radar Banyuwangi – Jawa Pos

BANYUWANGI – Diduga tak kuat menahan masalah atau putus asa dalam keluarga, seorang kakek nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Selasa (23/6/2020) kemarin.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, korban itu Katiran alias Gendut warga Dusun Balokan, RT 1, RW 2, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi.

Kakek berusia 63 tahun ini, ditemukan warga tubuhnya menggantung di pohon sirsat setinggi 2 meter di kebun yang tidak jauh dengan rumahnya.

“Saya akan ke sawah kaget melihat ada orang yang menggantung,” terang Gatot (62) salah satu tetangga korban.

Sekitar pukul 05.30, Gatot berjalan menuju sawahnya. Saat melintas di lokasi kejadian, melihat ada sosok yang menggantung di pohon.

“Saya tidak berani melihat wajahnya, saya kira itu hantu penunggu pohon,” ujarnya.

Karena takut, Gatot lari ke perkampungan sambil berteriak minta tolang. Pada warga yang ditemui, disampaikan ada orang yang menggantung di pohon sirsat.

“Saya kenal dengan korban, tapi saya tidak berani melihat wajahnya,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Tegalsari Iptu Lipur mengatakan diduga korban melakukan aksi gantung diri pukul 03.00-04.00, pada Selasa (23/6/2020). Ia gantung diri di bawah pohon sirsat dengan ketinggian sekitar 2 meter.

“Lokasi kejadian cukup jauh dengan pemukiman warga, dilokasi itu juga sepi. Jarak antara rumah korban dengan lokasi kejadian sekitar 100 meter,” ungkapnya.

Selanjutnya, polisi bersama warga mengevakuasi tubuh korban dan membawa ke Puskesmas Tegalsari.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti (BB) berupa tali plastik sepanjang 2 meter yang digunakan korban untuk gantung diri.

“Jenazah diperiksa di Puskesmas Tegalsari,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan, tidak ditentukan tanda-tanda bekas penganiayaan.

Diduga kuat, korban ini sengaja bunuh diri. Ini diperkuat dengan luka memar di leher akibat jeratan tali, kelamin mengelurkan cairan sperma, lidah menjulur, dan dubur mengeluarkan kotoran.

“Korban murni gantung diri,” katanya.

Ditanya penyebab kakek ini gantung diri, Lipur mengaku belum tahu pasti. Dari keterangan sejumlah saksi, aksi nekatnya ini diduga ada masalah dengan keluarga.

Hal itu diperkuat dengan surat yang ditemukan di rumah korban. Surat itu berisi keluhannya terkait sewa-menyewa sawah.

“Diduga surat yang ditulis di selembar kertas itu tulisan tangan korban. Di surat itu berisi pesan dan keluhan sebelum mengakhiri hidupnya,” paparnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, jenazah korban dikirim ke rumahnya. Pihak keluarga mengiklaskan kepergian korban dan membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan otopsi.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: