Ramai Peziarah di Bulan Suro

0
2152

Makam Raden Djojo Poernomo di Dusun Tojo Kidul, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, sudah tidak asing lagi bagi masyarakat sekitar. Sebab, prajurit Pangeran Diponegoro itu termasuk salah satu penyebar agama Islam di daerah tersebut. Tentu, hingga kemarin, makam raden yang wafat 9 Februari 1956 itu masih menjadi jujuganpara peziarah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Setiap bulan Suro, banyak peziarah dari daerah Banyuwangi hingga luar Banyuwangi yang datang ke makam tersebut. Sebut saja Surabaya, Jogjakarta, dan sejumlah kota lain. Namun, tidak diketahui maksud dan tujuan para peziarah itu. Untuk mengupas perjalanan dan perjuangan hidup Raden Djojo Poernomo, Jawa Pos Radar Banyuwangi mendatangi pemakaman tersebut.

Sayang, juru kunci yang bernama Mbah Siwo, 90, yang masih memiliki hubungan darah dengan raden itu tidak ada di tempat. Sebab, sudah beberapa hari ini istri Lastri itu di rawat di rumah sakit. ’’Mohon maaf, saya gakbisa menjelaskan. Mbah Siwo dirawat di RSUD Blambangan seminggu ini,” ungkap Yuli, salah satu cucunya, kemarin.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Nelayan Banyuwangi Ucapkan Selamat untuk Jokowi dari Dasar Laut