Ramai-Ramai Tolak Kenaikan Harga BBM

0
561

Meski aksi berlangsung aman, kapolres mengaku telah menempatkan sejumlah personelnya bersama anggota TNI di tempat-tempat vital, seperti SPBU, kantor Pertamina, dan pelabuhan. “Pengiriman pasokan BBM ke sejumlah SPBU juga kita kawal,” tegasnya.

Meski demikian, aksi turun jalan para kader PDIP, Partai Hanura, dan buruh, menolak rencana kenaikan harga BBM yang berlangsung damai itu sempat memanas. Saat pendemo berada di kantor Pemkab Banyuwangi, ternyata Bupati Abdullah Azwar Anas dan Wakil Bupati (Wabup) Yusuf Widiyatmoko tengah tidak ada di tempat.

Sebanyak 15 perwakilan pengunjuk rasa yang dipimpin Hermanto sempat menunggu di ruang lobi di lantai dasar Pemkab Banyuwangi. Ditunggu hingga 10 menit, tidak ada tanda-tanda bupati atau wakilnya muncul menemui. “Sebenarnya Pak Bupati atau yang mewakili mau menemui kami apa tidak,” cetus Hermanto sambil berdiri dari tempat duduknya.

Pernyataan Hermanto yang juga ketua DPRD Banyuwangi ini memicu kemarahan anggota lain. Mereka meminta Bupati Anas segera keluar menemui perwakilan pendemo. “Kalau memang tidak mau menemui, kami akan segera keluar saja,” sahut Ficky Septalinda, salah satu perwakilan pendemo.

Mendapat gertakan dua anggota DPRD, protokol dan humas pemkab sempat kelabakan. “Kami datang untuk mengajak bapak bupati dan wakil bupati ikut menandatangani penolakan kenaikan harga BBM,” jelas Hermanto. Setelah menunggu hingga 15 menit, Aiptu Iskandar selaku negosiator Polres Banyuwangi meminta 10 perwakilan. Mereka diajak bertemu pejabat yang mewakili Bupati Anas.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | ... | 2 |3 | 4 | Next → | Last