Ringankan Beban Ortu, Jual Sepeda untuk Beli Gerobak

0
1086
Sahroni (kanan) bersama Sugito dan Usnaini ,7, di rumahnya Watubuncul, Kelurahan Boyolangu, kemarin.

RUMAHNYA berada di sebuah gang kecil di Dusun Watubuncul RT 02/RW 1, Desa Boyolangu, Kecamatan Giri. Tak sulit untuk mencari rumah bocah penjual es buah keliling itu.  Dari jalan kemuning terus ke barat sekitar 50 meter ada jalan kecil dengan lebar dua meter dari tanah.

Melintasi gang tersebut akan mengantarkan hingga ke rumah paling ujung. Rumahnya sangat  sederahana, berukuran enam  kali tujuh meter. Sebagian dindingnya sudah dari tembok.  Namun ketika masuk ke dalam, sekat ruangan antara ruang tamu dengan kamar masih dari bilik bambu (gedhek).

Persis di depan rumah itu terdapat gerobak es berwarna putih. Dua bocah tampak serius dan tenang sembari bergurau dan membersihkan permukaan gerobak es itu menggunakan lap kain. Dua bocah itu adalah kakak adik, Sahroni dan Usnaini,7.

Kedua bocah itu adalah anak pasangan suami istri Sugito, 63, dan Syahranah,53. Sudah setahun terakhir, Sahroni melakoni pekerjaannya sebagai penjual es buah keliling. Aktivitas itu rela dilakoni untuk membantu beban hidup orang tuanya yang kini kondisinya sudah tua renta dan nyaris tak  mampu lagi bekerja.

“Orang tuanya saya kerjanya hanya cari daun pisang, untuk dijual kepada pengepul dan ke pasar,” ucap  Sahroni polos. Tidak tega melihat kondisi kedua orang tuanya, tahun lalu Sahroni  terpaksa menjual sebuah sepeda  kayuh kesayangan satu-satunya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Kawah Ijen Banyuwangi Keluarkan Gas Beracun