RM Djoyo Poernomo Ajarkan Islam di Wilayah Tojo

0
5525

Dalam buku itu diterjemahkan ke bahasa Jawa,” cetusnya. Dalam menyebarkan agama Islam, mbah  Djoyo sering menggunakan tembang dengan lirik yang mengandung pesan agama. “Mbah Djoyo banyak menyusun buku. Isinya ajakan pada kebaikan, tapi cukup halus,” katanya.

Dalam penyebarannya itu, Mbah Djoyo juga mengajak pengikutnya mencintai bangsa. “Kata Mbah Djoyo, mempersatukan bangsa itu ada tiga, rukun tonggo jiwo, rukun tonggowismo, dan rukun tonggo negoro,” tirunya. Lastri sempat bertemu kakeknya itu.

Semasa  hidup biasanya setiap malam pukul 21.00 kakeknya itu mengadakan kegiatan di padepokan. Warga yang ingin masuk diharuskan berwudu. “Ritual mengheningkan cipta biasanya dilakukan dengan mengelilingi kolam,” terangnya.

Makam RM. Djoyo Pernomo itu pada hari tertentu banyak dikunjungi orang. Mereka sebagian besar berasal dari luar daerah. “Ramai Mas, mobilnya diparkir sampai di jalan-jalan,” cetus Abdul Latif, warga sekitar, seraya menyebut RM. Djoyo Poernomo itu oleh warga dianggap sebagai sesepuh. (radar)

Kata kunci yang digunakan :

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Ratusan Hektare Hutan di Alas Purwo Terbakar