RSUD Segera Steril dari Kendaraan Bermotor

0
284
DIBENAHI:RSUD Blambangan mulai melakukan pembangunan fasilitas.

Benahi Poliklinik, Siap Bangun RTH
BANYUWANGI- Badan Layanan Umum (BLU) RSUD Blambangan terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan. Setelah memulai penataan manajemen, kini giliran sarana fasilitas fi sik yang mulai ditata.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Penataan sarana fi sik itu dimulai dari penataan gedung pelayanan. Saat ini, RSUD sedang membongkar dua unit gedung ruang pelayanan, yakni ruang poliklinik dan ruang penyakit dalam.

Kedua gedung yang sedang dikerjakan itu akan memiliki dua lantai. Pembangunan gedung ruang poliklinik tahap pertama menggunakan dana APBD 2012 sebesar Rp 2,89 miliar. Pada tahap pertama ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian lantai pertama.

Sedangkan tahap kedua dikonsentrasikan untuk menyelesaikan lantai II dan pekerjaan gedung poliklinik pada sesi timur. “Kita harapkan, pekerjaan gedung pelayanan poliklinik itu rampung dalam dua tahap. Tahun 2014 kita targetkan rampung,” ungkap Direktur RSUD Blambangan dr Taufi q Hidayat, SpAnd, kemarin.

Selain ruang poliklinik, lanjut Taufiq, dalam gedung poliklinik itu juga akan disiapkan ruangan untuk pelayanan computerized tomography scanner atau CT-Scan. Pada APBN 2013, pihaknya sudah mengajukan permohonan bantuan CT-Scan kepada Kementerian Kesehatan RI.

“Sebelum barangnya datang, kita akan menyiapkan ruangan,” katanya. Sedangkan pembangunan gedung ruang pelayanan penyakit dalam, imbuh dia, anggarannya menggunakan dana APBN 2012 Rp 2,143 miliar. Selama ini, ruangan penyakit dalam tidak memadai dan kondisinya memprihatinkan.

“Ruang pelayanan penyakit dalam dipastikan pekerjaannya tuntas 100 persen tahun ini,” tegasnya. Selain menata sarana fisik, RSUD Blambangan juga berencana membebaskan area rumah sakit dari kendaraan bermotor. Keberadaan  kendaraan bermotor di area rumah sakit dinilai mengganggu pemulihan pasien, karena spolusinya tinggi.

Program kita, kendaraan yang boleh masuk area rumah sakit hanya ambulans dan kendaraan pembawa pasien saja,” bebernya. Area kosong yang saat ini digunakan sebagai lahan parkir, ungkap Taufiq, akan disulap menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Idealnya, setiap rumah sakit harus memiliki RTH, untuk mencegah masuk polusi kendaraan bermotor.

Namun hingga saat ini, RSUD Blambangan belum memiliki RTH. “Kita sedang mencari pengganti lahan parkir kendaraan. Kalau sudah ada gantinya, ruang kosong di depan rumah sakit akan dibangun RTH,” janjinya. Diakui, pihaknya sudah mengajukan surat permohonan kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk menggunakan aset pemerintah daerah di gedung bekas Stikes.

Saat ini, gedung itu masih dikerjasamakan dengan pihak ketiga, namun pada tahun 2013 kontrak kerja samanya berakhir. Jika gedung bekas Stikes itu disetujui dipakai RSUD, maka lahan parkir akan dipusatkan di lahan tersebut. “Parkir kendaraan roda empat dan roda dua, kita tarik ke sana semua.

Area rumah sakit kita bersihkan dari kendaraan bermotor agar polusinya berkurang,” paparnya. Tidak hanya itu, tambah Taufiq, jika permohonan penggunaan aset itu disetujui, kantor manajemen rumah sakit juga akan dipindahkan ke situ. “Seluruh ruangan di dalam rumah sakit, akan kita maksimalkan untuk pelayanan medis,” pungkasnya. (radar)

Loading...