Rumuskan SOP untuk Tanaman Jahe

0
572
BUAT STANDAR: Petani jahe dikumpulkan di Dinas PKP Banyuwangi.

BANYUWANGI – Produktivitas komoditas tanaman obat di Banyuwangi masih rendah dibanding komoditas hortikultura lain. Jahe dalam satu tahun, misalnya, produksinya masih di kisaran 500 ton hingga 600 ton. Luas tanaman jahe juga masih sangat sempit, yakni hanya 20 hektare.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tanaman jahe baru tersebar di enam kecamatan, yakni Glenmore, Kalibaru, Bangorejo, Sempu, Songgon, dan Rogojampi. “20 hektare itu baru menghasilkan 600 ton per tahun,” ungkap Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (PKP) Banyuwangi, Ikrori Hudanto, kemarin (5/6).

Menurut Ikrori, pasar tanaman obat sebenarnya cukup besar, yaitu memenuhi bahan baku industri jamu. Hanya saja, komoditas tanaman obat di Banyuwangi belum mampu terserap industri obat, karena kualitasnya rendah. Dalam menggenjot produksi tanaman jahe, Dinas PKP mengumpulkan sekitar 20 petani jahePertemuan itu dimaksudkan untuk menyusun standard operating procedure (SOP) bertani jahe.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Wakil Gubernur Sumatera Utara Boyong Tiga Kepala Daerahnya ke Banyuwangi