sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR terus memacu pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung di Jawa Timur.
Proyek strategis nasional ini dirancang untuk mempercepat konektivitas menuju Bandara Dhoho sekaligus memperkuat integrasi ekonomi kawasan selatan Jatim.
Tol sepanjang 44,17 kilometer tersebut terdiri atas dua bagian utama, yakni jalur utama (main road) sepanjang 37,35 kilometer dan akses khusus menuju Bandara Dhoho sepanjang 6,82 kilometer.
Kehadiran ruas ini diproyeksikan menjadi tulang punggung transportasi baru yang menghubungkan pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Kediri dan Tulungagung.
Akses Bandara Dikebut, Progres Tembus 57 Persen
Berdasarkan data terbaru BPJT, fokus konstruksi saat ini berada pada akses menuju Bandara Dhoho. Pengerjaan dibagi menjadi dua seksi.
Seksi 1 (Sta 3+400 – Sta 6+820) telah mencapai progres fisik 57,25 persen. Sementara Seksi 2 (Sta 0+000 – Sta 3+400) mencatatkan progres 42,62 persen.
Manajemen BPJT menyatakan pembangunan ini menjadi langkah krusial dalam mendukung operasional bandara baru di Kediri tersebut.
“Progress pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung terus berjalan sebagai bagian dari upaya mendukung akses menuju Bandara Dhoho Kediri. Ruas tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah Jawa Timur serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan,” tulis BPJT dalam keterangan resminya, Sabtu (28/2/2025).
Di lapangan, alat berat dan pekerja konstruksi terus dikerahkan untuk menyelesaikan struktur jembatan, pengurukan badan jalan, serta pekerjaan teknis lainnya di area akses bandara.
Main Road Masuk Tahap Pembebasan Lahan
Sementara itu, untuk ruas utama sepanjang 37,35 kilometer, saat ini masih berada dalam tahap pembebasan lahan. Jalur utama tersebut terbagi menjadi:
- Seksi 1 (Sta 0+000 – Sta 16+500)
- Seksi 2 (Sta 16+500 – Sta 37+350)
Pemerintah menargetkan proses pembebasan lahan berjalan sesuai jadwal agar konstruksi fisik bisa segera dimulai secara menyeluruh.
BPJT menegaskan, pembangunan Tol Kediri–Tulungagung akan membuka akses dan mempercepat konektivitas kawasan strategis di Jawa Timur, termasuk koridor Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan, kawasan Bromo–Tengger–Semeru, Lingkar Wilis, hingga jalur Lintas Selatan.
Page 2
“Ruas ini juga terhubung langsung dengan Bandara Dhoho sehingga meningkatkan konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” lanjut keterangan tersebut.
Terintegrasi dengan Tol Kertosono–Kediri
Secara teknis, proyek ini merupakan kelanjutan dari Jalan Tol Kertosono-Kediri. Dengan integrasi antar-ruas tersebut, waktu tempuh antarwilayah di Jawa Timur dipastikan akan terpangkas signifikan.
Efisiensi ini akan memberikan dampak besar pada sektor logistik, industri manufaktur, hingga distribusi hasil pertanian dari wilayah selatan Jatim yang selama ini terkendala aksesibilitas.
Tak hanya itu, sektor pariwisata di kawasan Lingkar Wilis dan sekitarnya juga diprediksi ikut terdongkrak.
Akses yang lebih cepat menuju bandara diyakini akan meningkatkan mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dongkrak Ekonomi Jatim Selatan
Selama ini, wilayah selatan Jawa Timur menghadapi tantangan infrastruktur dibanding kawasan utara.
Kehadiran Tol Kediri–Tulungagung diproyeksikan menjadi game changer yang mengubah lanskap ekonomi regional.
Dengan akses langsung ke bandara, mobilitas orang dan barang menjadi lebih efisien. Biaya logistik dapat ditekan, distribusi barang lebih cepat, dan daya saing kawasan meningkat.
Pemerintah optimistis sinergi antara pembangunan jalan tol dan transportasi udara akan menciptakan multiplier effect bagi masyarakat sekitar—mulai dari terbukanya lapangan kerja, pertumbuhan UMKM, hingga peningkatan nilai investasi.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai target, Tol Kediri–Tulungagung akan menjadi salah satu simpul penting dalam jaringan infrastruktur Jawa Timur, sekaligus memperkuat posisi provinsi ini sebagai motor penggerak ekonomi nasional. (*)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR terus memacu pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung di Jawa Timur.
Proyek strategis nasional ini dirancang untuk mempercepat konektivitas menuju Bandara Dhoho sekaligus memperkuat integrasi ekonomi kawasan selatan Jatim.
Tol sepanjang 44,17 kilometer tersebut terdiri atas dua bagian utama, yakni jalur utama (main road) sepanjang 37,35 kilometer dan akses khusus menuju Bandara Dhoho sepanjang 6,82 kilometer.
Kehadiran ruas ini diproyeksikan menjadi tulang punggung transportasi baru yang menghubungkan pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Kediri dan Tulungagung.
Akses Bandara Dikebut, Progres Tembus 57 Persen
Berdasarkan data terbaru BPJT, fokus konstruksi saat ini berada pada akses menuju Bandara Dhoho. Pengerjaan dibagi menjadi dua seksi.
Seksi 1 (Sta 3+400 – Sta 6+820) telah mencapai progres fisik 57,25 persen. Sementara Seksi 2 (Sta 0+000 – Sta 3+400) mencatatkan progres 42,62 persen.
Manajemen BPJT menyatakan pembangunan ini menjadi langkah krusial dalam mendukung operasional bandara baru di Kediri tersebut.
“Progress pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung terus berjalan sebagai bagian dari upaya mendukung akses menuju Bandara Dhoho Kediri. Ruas tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah Jawa Timur serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan,” tulis BPJT dalam keterangan resminya, Sabtu (28/2/2025).
Di lapangan, alat berat dan pekerja konstruksi terus dikerahkan untuk menyelesaikan struktur jembatan, pengurukan badan jalan, serta pekerjaan teknis lainnya di area akses bandara.
Main Road Masuk Tahap Pembebasan Lahan
Sementara itu, untuk ruas utama sepanjang 37,35 kilometer, saat ini masih berada dalam tahap pembebasan lahan. Jalur utama tersebut terbagi menjadi:
- Seksi 1 (Sta 0+000 – Sta 16+500)
- Seksi 2 (Sta 16+500 – Sta 37+350)
Pemerintah menargetkan proses pembebasan lahan berjalan sesuai jadwal agar konstruksi fisik bisa segera dimulai secara menyeluruh.
BPJT menegaskan, pembangunan Tol Kediri–Tulungagung akan membuka akses dan mempercepat konektivitas kawasan strategis di Jawa Timur, termasuk koridor Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan, kawasan Bromo–Tengger–Semeru, Lingkar Wilis, hingga jalur Lintas Selatan.








