Salinan Putusan MA Dianggap Cacat

0
184

salinaBANYUWANGI – Eksekusi John Robert Andreas, 43, warga Ngagel, Surabaya, yang menjadi terdakwa kasus illegal logging, tampaknya tidak mudah di laksanakan. Sebab, surat salinan ke putusan dari Mahkamah Agung (MA) dianggap tidak lengkap dan cacat hukum oleh Laurens A. Kudubun SH, penasihat hukum John Robert Andreas. “Klien kami tidak datang ke Banyuwangi karena belum terima release (pemberitahuan) putusan MA dari Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi,” kata Laurens Kudubun di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi tadi malam.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Setelah mengkaji keputusan MA dengan no mor 1977 k/Pid.Sus/2011, jelas Kudubun, ada beberapa catatan yang kemudian dianggap cacat hukum. “Keputusan MA itu tidak lengkap, karena halaman 18 tidak ada,” ujarnya sambil menunjukkan salinan keputusan MA atas kasus illegal logging dengan terdakwa John Robert Andreas. Menurut Laurens Kudubun, halaman 18 yang berisi pertimbangan yang digunakan MA memutus perkara tersebut dianggap sangat penting. Tanpa ada halaman 18, pihak nya menganggap putusan MA itu tidak bisa dilaksanakan. “Kami akan ke MA untuk koreksi putusan ini.

Kami juga akan minta MA menarik salinan keputusan ini,” jelasnya. Lantaran salinan putusan MA tidak lengkap dan dianggap cacat, Laurens minta Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi meng hentikan upaya eksekusi yang keliru itu. “Eksekusi klien kami, John Robert Andreas, tidak bisa dilaksanakan,” ce tus nya. Selain salinan putusan yang tidak lengkap, di putusan MA itu juga tidak tertulis bahwa terdakwa harus segera ditahan atau dibebaskan. Sebut dia, itu bertentangan dengan Pasal 197 (1) huruf k KUHAP. “Putusan tidak bisa dilaksanakan,” katanya. (radar)

Loading...