Sama-sama Bau Alkohol

0
415

samaBANYUWANGI – Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi menyidangkan kasus kekerasan yang mengakibatkan nyawa korban melayang kemarin (9/1). Terdakwanya adalah Andri Nur diansyah, 26, warga Lingkungan Krajan, RT 03/RW 01, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah Andri terpaksa duduk di kursi pesakitan lan taran jotosan mautnya terhadap Kholik Bah tiar, 23, warga Jalan Ikan Kem bang Waru, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Ba nyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Peristiwa yang terjadi se kitar pukul 23.30 Sabtu 27 Ok tober 2012 lalu itu mengakibatkan korban jatuh dari sepeda motor yang ditumpangi. Ironisnya, korban meregang nyawa sebelum mendapat perawatan medis. Agenda sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Widarti SH didampingi dua hakim anggota, Bawono Effendi dan I Wayan Rumega, itu ada lah mendengarkan keterangan saksi. Kali ini, jaksa penuntut umum (JPU) Sahroli mendatangkan empat saksi kepersidangan untuk didengar kesaksiannya. Mereka adalah Agus Hermawan, 25, dan Herman Nike, 22, warga Lingkungan Sukorojo, Kelurahan Banjarsari.

Dua saksi lain merupakan keluarga korban, yakni Rita (ibu kor ban) dan Didin Priyanto (kakak sepupu korban). Dalam kesaksiannya, Agus mengatakan, dia bersama Andri, Didin, dan seorang rekannya yang lain, tengah melintas dari arah selatan. Malam itu mereka mengendarai tiga sepeda motor. Sesampai di tempat kerja dian perkara (TKP), di depan Hotel Warata, Kelurahan Banjarsari, tiba-tiba dia dan tiga rekannya berpapasan dengan gerombolan Kholik yang melintas dari arah utara. Saat berpapasan tersebut, gerombolan Kholik yang berjumlah sembilan orang itu membleyer gas motor mereka.

Bahkan, saat itu motor yang di kendarai Andri nyaris di serempet salah satu sepeda motor yang ditunggangi anggota gerombolan Kholik. “Tidak lama berselang, satu sepeda mo tor gerombolan Kholik jatuh. Kholik yang mengetahui rekannya jatuh langsung melintangkan se peda motornya di tengah jalan. Andri yang saat itu memu tar kendaraannya dan menghampiri Kholik malah disuruh pulang seraya tangannya mendorong dada Andri,” jelas Agus. Tidak terima mendapat perlakuan tersebut, Andri me layangkan bogem mentah ke kepala Kholik. Akibatnya, Kholik yang saat itu duduk di atas se peda motor langsung terjatuh dan kepalanya membentur aspal.

Loading...

“Tapi jatuhnya tidak keras kok. Saya sempat menolong. Se baliknya, tidak satu pun anggota gerombolan Kholik yang menolong rekannya yang terjatuh tersebut,” papar Agus. Agus mengakui, saat kejadian, dia bersama Andri dan dua rekannya yang lain baru saja menenggak minuman keras. “Kami hanya minum bir. Saat saya  menolong korban, saya juga mencium bau alkohol. Kemungkinan korban mabuk,” jlentrehnya. Pernyataan Agus dikuatkan Herman Nike. Pemuda yang satu ini mengatakan, saat kejadian, dia bersama Andri dan Agus baru saja minum miras di salah satu cafe di Banyuwangi.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2