Sampah Dipilah, Dihargai Menjadi Uang

0
394

sampahBANYUWANGI – Implementasi prinsip reduce,reuse dan recycle (3R) dalam pengelolaan sampah merupakan upaya nyata dalam mitigasi perubahan iklim. Pelaksanakan 3R dapat mengurangi emisi gas metana (CH4) zat gas rumah kaca (GRK) yang daya rusaknya terhadap lapisan ozon 21 kali lebih kuat dibanding karbondioksida (CO2). Inilah yang menjadi salah satu fokus Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi untuk menyukseskan program Bupati Abdullah Azwar Anas agar Banyuwangi bebas dari sampah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kepala DKP Banyuwangi, Arief Setiawan mengatakan, pemilahan sampah merupakan kunci 3R. Namun pelaksanaan prinsip kelola sampah dengan 3R belum menjadi budaya dan kebiasaan orang kebanyakan. Salah satu kendala utama penyebab rendahnya tingkat guna ulang, daur ulang dan pemanfaatan sampah adalah masyarakat tidak terbiasa memilah sampah, baik di sumber maupun di tempat penampungan sementara.

“Padahal, para ahli dan praktisi 3R, meyakini bahwa penentu 50persen keberhasilan kegiatan daur ulang ditentukan oleh pemilahan sampah,’’ tegas Arief. Di Banyuwangi, praktik bank sampah terus berkembang. Hal ini dipelopori oleh naungan DKP Banyuwangi. Pelaksanaan bank sampah pada prinsipnya mengajak masyarakat memilah sampah. Dengan menyamakan sampah serupa uang atau barang berharga yang dapat ditabung, masyarakat akhirnya terdidik untuk menghargai sampah sesuai jenis dan nilainya, sehingga mereka mau memilah sampah.

Secara umum pola penanganan sampah di Banyuwangi hanya melalui tahapan paling sederhana, yaitu kumpul, angkut, dan buang. Tiga aktivitas utama dalam penyelenggaraan kegiatan pengurangan sampah, yaitu pembatasan timbulan sampah, pendauran-ulang sampah dan pemanfaatan kembali sampah. Ketiga kegiatan tersebut merupakan perwujudan dari prinsip pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan.

“Kegiatan pengurangan sampah tersebut bermakna agar seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah, kalangan dunia usaha maupun masyarakat luas pada umumnya melaksanakan tiga kegiatan dimaksud melalui upaya-upaya yang cerdas, efisien, dan terprogram,” papar mantan Kabag Humas Pemkab Banyuwangi itu. (radar)