Sehari Penduduk Bertambah 65 Jiwa

0
459

BANYUWANGI – Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang moncer beberapa tahun belakangan tampaknya merangsang pertumbuhan penduduk baru. Dalam satu tahun bayi yang lahir mencapai 23.582 jiwa. Tambahan penduduk itu belum termasuk warga pindahan dari daerah lain.

Jumlah bayi yang lahir setiap hari tercatat sekitar 65 jiwa  atau sekitar 1.965 jiwa setiap bulan. “Dalam  satu tahun bayi lahir mencapai 23.582 jiwa,” ungkap Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko saat membuka rapat kerja daerah (rakerda) Program KB Nasional di Pendapa Shaba Swagata Blambangan kemarin (24/6).

Dalam kesempatan itu, Wabup Yusuf mengajak semua aparatur pemerintah daerah tidak berpuas diri terhadap keberhasilan program kependudukan Banyuwangi itu. Angka pertumbuhan penduduk Banyuwangi memang lebih rendah daripada Provinsi Jatim dan nasional.

Meski sudah rendah, kata Yusuf, jika tidak dikendalikan maka pertumbuhan penduduk Banyuwangi bisa naik secara tiba-tiba. “Kita harus kerja keras dan kerja cerdas agar dapat melaksanakan program kependudukan dan KB agar jumlah penduduk tetap terkendali,” ajak Yusuf.

Jika jumlah penduduk membengkak, lanjut Yusuf, maka akan berdampak terhadap tingginya biaya hidup di tengah masyarakat. Biaya kesehatan menjadi tinggi, pendidikan dan pemenuhan kebutuhan hidup lain juga akan tinggi.

Menurut Yusuf, untuk terus melaksanakan program kependudukan dan KB ada beberapa hal yang harus dilakukan, di antaranya peningkatan usia perkawinan pertama perempuan menjadi di atas 21 tahun, peningkatan kesetaraan peserta KB, dan penurunan angka kelahiran pada remaja usia 15  hingga 19 tahun.

Selain itu, juga pendataan keluarga dan penguatan pemanduan kebijakan kependudukan. “Dengan begitu kita tetap bisa bertahan pada jumlah penekanan kelahiran penduduk,” tambah Yusuf. Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BPPKB), Muhammad Pua Jiwa menambahkan, jumlah penduduk Banyuwangi berdasar sensus penduduk (SP) tahun 2010 mencapai 1.569.180 jiwa.

Baca :
Pantau Pergerakan Pemudik, Dirikan 17 Checkpoint

Selama dua tahun terakhir peserta KB atau contraceptive prevalence rate (CPR) di Banyuwangi mencapai 73,6 persen. “Rakerda tahun 2015 ini kami harapkan dapat meningkatkan penguatan jaringan pelayanan KB yang terus dibangun,” kata Pua Jiwa.

Rakerda Program KB Nasional ini digelar  Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB  dan diikuti seluruh SKPD dan Camat se-Kabupaten Banyuwangi. Hadir juga Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur,  Edy Aries Manto. (radar)