Selama 10 Tahun Tidak Tersentuh Perbaikan

0
518
PROTES: Forum Pimpinan Kecamatan Bangorejo bersama warga Desa Sukorejo di jalan yang sempat ditanami pohon pisang.

Kerusakan jalan di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, dan Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, tergolong parah. Sepanjang jalur menuju Kecamatan Pesanggaran itu ranjau lubang yang membahayakan pengendara bertebaran.

ABDUL AZIZ, Siliragung JALAN Raya Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, dan Jalan Raya Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, sebenarnya termasuk jalur strategis di wilayah Banyuwangi Selatan. Betapa tidak, jalur tersebut tak hanya menghubungkan Desa Sukorejo dan Kesilir. Tetapi juga menghubungkan Kecamatan Pesanggaran dan Tegalsari.

Dari arah utara, warga Tegalsari yang hendak ke Pesanggaran lebih mudah dan cepat bila melintasi jalur Sukorejo dan Kesilir. Begitu juga sebaliknya, warga Pesanggaran yang hendak ke Tegalsari atau Genteng akan menghemat waktu bila melintasi jalan dua desa di dua kecamatan tersebut.

Praktis, jalur itu dianggap strategis karena bisa mempermudah dan mempercepat arus lalu-lintas dan pertumbuhan ekonomi warga Banyuwangi Selatan. Hanya saja, meski terbilang strategis, jalan di dua desa tersebut tidak mendapat perhatian dan tidak menjadi skala prioritas pemerintah.

Terbukti, selama 10 tahun terakhir, jalan itu tidak tersentuh perbaikan. “Selama sepuluh tahun, kita cuma dapat janji-janji,” sesal Harto, warga Desa Sukorejo, yang beberapa hari lalu ikut menanam pohon pisang di tengah jalan.

Nah, memasuki tahun kedua
pemerintahan Bupati Banyuwangi
Abdullah Azwar Anas
dan Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko,
jalan tersebut baru
dilirik. Dalam APBD tahun
2012, perbaikan jalan rusak itu
dianggarkan Rp 2,9 miliar.
Sayangnya, informasi tentang
program perbaikan jalan tersebut
belum sampai ke telinga
warga Desa Sukorejo dan Kesilir.
Tak pelak, masyarakat di dua
desa berdampingan itu semakin
jengkel kala setiap hari menikmati
jalan yang semakin rusak.
Parahnya lagi, seringnya hujan
dan banyaknya kendaraan besar
yang melintas membuat kerusakan
jalan semakin parah. Lubang-
lubangnya semakin dalam
dan lebar.
Kondisi itu membuat warga semakin
gerah. Beberapa hari lalu,
masyarakat Desa Sukorejo yang
dimotori puluhan pemuda menanam
pohon pisang di lubang
jalan itu. Namun, pagi harinya
sejumlah pohon pisang tersebut
dicabut, setelah Camat Bangorejo,
Nuril Falah, didampingi Kapolsek
Bangorejo, AKP Hery Purnomo,
menemui warga. Kepada bertemu
warga, Nuril menjelaskan bahwa
pemerintah sudah menyiapkan
anggaran Rp 2,9 miliar untuk
memperbaiki jalan tersebut.
Namun, tak lama setelah
warga Sukorejo mencabuti pohon
pisang, giliran warga Desa
Kesilir yang melakukan aksi serupa.
Warga yang kesal dengan
jalan rusak di wilayahnya juga
menanam pohon pisang. Lagilagi,
seperti yang dilakukan
warga Sukorejo, keesokan harinya
mereka juga mencabuti tanaman
tersebut. Hal itu terjadi
lantaran Kepala Dinas Pekerjaan
Umum (PU) dan Bina Marga
Banyuwangi, Mujiono, turun
ke lapangan. Pejabat yang
selalu tampil bersahaja itu sengaja
menemui warga Kesilir.
Saat bertemu warga itu, Mujiono
menjelaskan bahwa anggaran
perbaikan jalan sebesar Rp
2,9 miliar juga akan menjangkau
Desa Kesilir. “Pelaksanaannya
tinggal menunggu proses lelang
saja,” terang Mujiono saat menemui
warga, beberapa hari lalu.
Sementara itu, bukan hanya
jalan Desa Sukorejo dan Kesilir
yang rusak. Jalur lain di Kecamatan
Bangorejo juga tak kalah
parah kerusakannya. Tepatnya
di Jalan Kabianem menuju
Pasar Pedotan dan dari Pasar
Pedotan menuju Buk Putih.
Satu lagi yang tak kalah parahnya
adalah jalur dari Jalan
Kabianem menuju arah Pondok
Pesantren Blokagung, Kecamatan
Tegalsari. Konon, salah
satu sebab jalan menuju
pesantren asuhan KH Hisyam
Syafaat tersebut tak tersentuh
perbaikan, karena hubungan
pengasuhnya dengan penguasa
kala itu kurang harmonis.
Kerusakan jalan di tiga jalur tersebut,
selama ini memang diketahui
sangat parah. Bahkan, banyak
lubang menyerupai kubangan
kolam di tengah jalan. Jangan
heran bila banyak pengemudi
kendaraan roda empat takut
melalui jalur tersebut.
Namun, pada awal periode
kepemimpinan pasangan Anas
dan Yusuf, tiga jalur yang rusak
parah tersebut sudah diperbaiki,
bahkan diaspal hotmix.
Praktis, saat ini tak ada lagi kolam
menganga di tiga jalan
tersebut. (radar)

Baca :
Lewat Jalur Tikus, 35 Pemudik Dipaksa Putar Balik