Selama 10 Tahun Tidak Tersentuh Perbaikan

0
431
PROTES: Forum Pimpinan Kecamatan Bangorejo bersama warga Desa Sukorejo di jalan yang sempat ditanami pohon pisang.

Kerusakan jalan di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, dan Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, tergolong parah. Sepanjang jalur menuju Kecamatan Pesanggaran itu ranjau lubang yang membahayakan pengendara bertebaran.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

ABDUL AZIZ, Siliragung JALAN Raya Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, dan Jalan Raya Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, sebenarnya termasuk jalur strategis di wilayah Banyuwangi Selatan. Betapa tidak, jalur tersebut tak hanya menghubungkan Desa Sukorejo dan Kesilir. Tetapi juga menghubungkan Kecamatan Pesanggaran dan Tegalsari.

Dari arah utara, warga Tegalsari yang hendak ke Pesanggaran lebih mudah dan cepat bila melintasi jalur Sukorejo dan Kesilir. Begitu juga sebaliknya, warga Pesanggaran yang hendak ke Tegalsari atau Genteng akan menghemat waktu bila melintasi jalan dua desa di dua kecamatan tersebut.

Praktis, jalur itu dianggap strategis karena bisa mempermudah dan mempercepat arus lalu-lintas dan pertumbuhan ekonomi warga Banyuwangi Selatan. Hanya saja, meski terbilang strategis, jalan di dua desa tersebut tidak mendapat perhatian dan tidak menjadi skala prioritas pemerintah.

Terbukti, selama 10 tahun terakhir, jalan itu tidak tersentuh perbaikan. “Selama sepuluh tahun, kita cuma dapat janji-janji,” sesal Harto, warga Desa Sukorejo, yang beberapa hari lalu ikut menanam pohon pisang di tengah jalan.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2