Semalam tak Tidur, 25 Menit Sekali Ganti Kertas

0
358
SUPER SIBUK: Balok Suryadi mengamati seismograf di pos pengamatan Gunung Raung, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, kemarin.
SUPER SIBUK: Balok Suryadi mengamati seismograf di pos pengamatan Gunung Raung, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, kemarin.

Sudah sepekan ini status Gunung Raung naik menjadi siaga (level II). Dengan status itu, warga diimbau berhati-hati. Naiknya status ke level II itu, tentu juga menyibukkan petugas pos pantau Gunung Raung.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

DESIRAN angin pegunungan begitu kencang siang itu. Daun kering berjatuhan seolah menutup jalan beraspal menuju pos pengamatan Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon.

Siang itu sejumlah petugas pos pantau terlihat sibuk bekerja menyusul naiknya status Gunung Raung menjadi siaga. Pos pantau itu berjarak 14 kilometer dari puncak gunung setinggi 3.332 meter tersebut.

Tidak mudah menjangkau pos di bawah naungan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Alam Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia itu. Sebab, akses jalan menuju kaki gunung tersebut cukup terjal. Kendaraan roda empat harus berpikir ulang jika ingin menjangkau lokasi tersebut. Bila tidak, bukan tindak mungkin bisa berakibat fatal.

Sebenarnya, jalan yang rusak di kawasan itu hanya sekitar dua kilometer. Jalan sepanjang itu mayoritas berada di Desa Sumber Arum. Beberapa hari terakhir, wartawan koran ini pun harus bersusah payah menuju pos tersebut. Untuk kali kesekian, sejumlah petugas di pos pengamatan tersebut tampak full team.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last