Berita Terkini Seputar Banyuwangi
Sosial  

Sepekan Menghilang, Pulang saat Rumah Sepi

MENGURUNG DIRI: Sabrowi membujuk putrinya agar bersedia keluar kamar

Orang tua pasti cemas bila buah hatinya yang masih kelas enam itu pergi tanpa
pamit selama sepekan. Seperti yang dirasakan Sabrowi, 40, warga Dusun Kaliboyo, Desa Keradenan, Kecamatan Purwoharjo. Dia masih waswas meski putri tunggalnya, Nabila Alvionita, telah kembali.
-SIGIT HARIYADI, Purwoharjo-

PAGI kemarin (21/3), jalan tanah selebar kurang-lebih lima meter menuju kediaman Sabrowi masih  becek dan berlumpur. Udara pun masih terasa lembap. Tetesan embun dari bunga Kamboja yang tumbuh di pekarangan rumah berlantai keramik hijau itu seolah menyapa kedatangan wartawan koran ini.

Pagi itu pintu rumah sudah terbuka. Di sofa ruang tamu, tampak dua laki-laki berdialog serius. Seorang di antaranya adalah Sabrowi, ayah kandung Nabila. Seorang yang lain adalah kerabat dekatnya, yang sejak beberapa hari terakhir ikut waswas ketika Nabila, gadis yang masih duduk di bangku kelas enam Madrasah Ibtidaiah (MI), kabur dari rumah.

Sekitar pukul 19.00 Selasa lalu (20/3), Nabila diketahui telah pulang ke rumah. Meski begitu, pihak keluarga mengaku masih penasaran ke mana dan bersama siapa saja gadis berusia 12 tahun tersebut pergi selama sepekan. Terlebih, Bella—sapaan karib Nabila—pulang saat kondisi rumah sepi, hanya ada sang nenek .

Sabrowi semakin curiga, karena sepatu yang dipakai Bella tetap bersih. Padahal, jalan menuju rumahnya penuh lumpur. “Saya yakin Bella pulang diantar seseorang menggunakan kendaraan, entah sepeda motor atau mobil? Saya juga curiga orang yang mengantar sudah mengintai rumah kami terlebih dahulu.

Sebab, Bella pulang ketika rumah dalam keadaan sepi. Padahal sejak dia pergi, keluarga besar kami selalu berkumpul di rumah ini,” jelas pria berambut gondrong yang sejak beberapa tahun terakhir merantau ke Bali itu. Dia mengaku masih belum bisa mengorek keterangan dari putri semata wayangnya hasil pernikahan dengan Rita Diana, 30, tersebut. “Karena setelah pulang dan bersalaman dengan neneknya, Bella langsung mengurung diri di dalam kamar,” katanya.

Sabrowi benar-benar yakin Bella kabur bersama seseorang. Sebab, saat pulang, seluruh barang berharga, seperti laptop, ponsel, kalung, dan cincin, masih berada di genggaman gadis tersebut. Sabrowi menambahkan, kuat dugaan, putri tunggalnya tersebut memang berencana kabur dari rumah. Sebab, saat pergi, Bella membawa banyak pakaian ganti di dalam tas. “Saya yakin kaburnya Bella telah direncanakan terlebih dahulu,” cetus laki-laki yang mengaku pernah bekerja di bidang pelayaran transnasional tersebut.

Sementara itu, seorang kerabat yang sebelumnya hanya mendengarkan perbincangan wartawan koran ini dengan Sabrowi ikut buka suara. Menurutnya, pola pikir Bella lebih dewasa dibanding anak lain seusianya. Penyebabnya, sehari-hari bocah perempuan yang satu itu bergaul dengan remaja putri yang sudah SMA. “Bisa saja Bella terpengaruh kehidupan anak-anak remaja zaman sekarang. Jadi, dia mengikuti tren remaja kabur dari rumah hanya karena takut dibilang tidak gaul,” ujarnya.

Sampai kemarin (21/3), Bella masih enggan masuk sekolah. Padahal, mulai hari ini (22/3) dia harus mengikuti ujian tengah semester. “Saya sudah berkomunikasi dengan guru kelas Bella. Oleh pihak sekolah, Bella disarankan ikut ujian susulan, karena kondisi psikisnya masih belum memungkinkan mengerjakan soal-soal ujian,” tutur Sabrowi.

Sekadar diketahui, Bella pergi tanpa pamit dari rumah sejak Sabtu dini hari (10/
3). Pihak keluarga menduga, gadis malang itu dibawa kabur laki-laki yang dia kenal lewat situs jejaring sosial Facebook. Saat kabur dari rumah, Bella membawa satu unit laptop dan ponsel. Satu unit ponselnya yang lain ditinggal di kamar.

Setelah dicek, ternyata pihak keluarga mendapati pesan singkat SMS (short message service) berlangganan dari Facebook. Bahkan, tiga hari pasca kepergian Bella, masih ada SMS masuk dari nomor Facebook berlangganan, yakni nomor 32665. Isinya, “Klik untuk melihat foto Willy di Facebook” .

Temuan inilah yang membuat keluarga korban yakin Bella kabur dari rumah bersama Willy. Hal itu diperkuat pengakuan beberapa teman sekolah korban. Teman sekolahnya mengaku, Bella sering bercerita memiliki pacar bernama Willy. Lelaki tersebut sudah berumur 24 tahun. Willy diperkirakan tinggal di Pasuruan. “Dari riwayat panggilan di ponsel putri saya, panggilan keluar terakhir ya kepada Willy.

Saya benar-benar khawatir terjadi apa-apa pada diri Bella. Sebab, sampai saat ini (kemarin) dia tidak pulang. Ponselnya juga tidak bisa dihubungi,” cetus Sabrowi saat itu. Sampai kemarin, Sabrowi masih belum bisa memastikan apakah Bella benar-benar pergi bersama Willy ataukah bukan. Yang pasti, dia bertekad akan lebih ketat mengawasi setiap perilaku buah hatinya tersebut. “Syukur Bella sudah pulang. Ibunya yang bekerja di Taiwan bekali-kali telepon sambil menangis,” pungkas Sabrowi. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE