Sepekan Menghilang, Pulang saat Rumah Sepi

0
440
MENGURUNG DIRI: Sabrowi membujuk putrinya agar bersedia keluar kamar

Orang tua pasti cemas bila buah hatinya yang masih kelas enam itu pergi tanpa
pamit selama sepekan. Seperti yang dirasakan Sabrowi, 40, warga Dusun Kaliboyo, Desa Keradenan, Kecamatan Purwoharjo. Dia masih waswas meski putri tunggalnya, Nabila Alvionita, telah kembali.
-SIGIT HARIYADI, Purwoharjo-


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

PAGI kemarin (21/3), jalan tanah selebar kurang-lebih lima meter menuju kediaman Sabrowi masih  becek dan berlumpur. Udara pun masih terasa lembap. Tetesan embun dari bunga Kamboja yang tumbuh di pekarangan rumah berlantai keramik hijau itu seolah menyapa kedatangan wartawan koran ini.

Pagi itu pintu rumah sudah terbuka. Di sofa ruang tamu, tampak dua laki-laki berdialog serius. Seorang di antaranya adalah Sabrowi, ayah kandung Nabila. Seorang yang lain adalah kerabat dekatnya, yang sejak beberapa hari terakhir ikut waswas ketika Nabila, gadis yang masih duduk di bangku kelas enam Madrasah Ibtidaiah (MI), kabur dari rumah.

Sekitar pukul 19.00 Selasa lalu (20/3), Nabila diketahui telah pulang ke rumah. Meski begitu, pihak keluarga mengaku masih penasaran ke mana dan bersama siapa saja gadis berusia 12 tahun tersebut pergi selama sepekan. Terlebih, Bella—sapaan karib Nabila—pulang saat kondisi rumah sepi, hanya ada sang nenek .

Sabrowi semakin curiga, karena sepatu yang dipakai Bella tetap bersih. Padahal, jalan menuju rumahnya penuh lumpur. “Saya yakin Bella pulang diantar seseorang menggunakan kendaraan, entah sepeda motor atau mobil? Saya juga curiga orang yang mengantar sudah mengintai rumah kami terlebih dahulu.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last