Sering Diganggu Penelepon Iseng

0
416
MOBIL TUA: Salah satu armada kendaraan damkar milik Pemkab Banyuwangi.
MOBIL TUA: Salah satu armada kendaraan damkar milik Pemkab Banyuwangi.

Terbakarnya Toko Sahabat di Jalan Susuit Tubun, Banyuwangi, 24 Maret 2012 lalu seolah membukakan mata kita. Betapa penanganan kebakaran harus mendapat perhatian serius di Bumi Blambangan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SAAT toko di ujung barat kompleks Pasar Banyuwangi itu terbakar, mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemkab Banyuwangi harus berjuang hingga dua jam untuk menundukkan si jago merah. Lamanya penanganan itu terjadi, di antaranya karena jumlah dan kualitas mobil damkar terbatas.

Dua unit mobil damkar yang diluncurkan, satu di antaranya tidak bisa digunakan karena mengalami kerusakan selang. Lambatnya penanganan kebakaran juga sering terjadi, yaitu mobil damkar telat datang. Bahkan, tidak jarang api sudah bisa dipadamkan warga, rombongan damkar baru tiba di lokasi kejadian.

Seperti kebakaran yang melanda rumah milik pasangan Muhamad Amri, 36, dan Astantina, 25, warga Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Giri, pada 14 De-sember 2011 lalu. Bahkan, kebakaran tidak sampai tertangani para petugas damkar, seperti kebakaran di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Huda, Lingkungan Krajan, Kelurahan Panataban, Kecamatan Giri, pada 18 Februari 2012 lalu.

Loading...

Ironisnya, lokasi ponpes yang terbakar hingga menghanguskan ribuan kitab itu berada di sekitar Kota Banyuwangi. “Banyuwangi sudah waktunya memiliki instansi sendiri yang menangani pema-daman kebakaran,” kata Ketua DPRD Banyuwangi, Hermanto. Hermanto menyebut, Kabupaten Banyuwangi cukup luas. Di daerah perkotaan dengan jumlah penduduk yang cukup padat, persediaan sarana pencegahan kebakaran juga tidak ada.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2