Sering Hujan, Pembuatan Batu Gamping Molor

0
1130
Ladianto memasukkan kayu bakar ke tungku pembuatan batu gamping, kemarin (19/11).
Ladianto memasukkan kayu bakar ke tungku pembuatan batu gamping, kemarin (19/11).

PURWOHARJO – Industri pengolahan batu kapur di Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo kini terganggu akibat hujan yang setiap hari turun dengan deras, kemarin (19/11).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Jika cuaca panas, dalam waktu empat hari para perajin batu kapur itu bisa memproduksi batu gamping sebanyak 36 ton. “Empat hari sudah siap bongkar, kalau hujan seperti ini jadi molor,” ungkap Ladianto, 40, salah seorang perajin batu gamping.

Loading...

Ladianto menyebut untuk membuat batu gamping itu bahan baku mengambil dari bukit kapur Gunung Sadeng yang ada di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. “Bahan baku harus mendatangkan dari Puger, di sini (Curahjati) sudah habis,” katanya.

Untuk bisa memproduksi batu kapur menjadi gamping, terang dia, batu kapur itu terlebih dahulu dimasukkan ke kubangan mirip tungku besar. Selanjutnya dilakukan pembakaran. “Proses pembakaran itu butuh waktu empat hari empat malam, api tidak boleh padam,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi turunnya hujan, terutama hujan deras, dia mengantisipasi dengan memasang penutup dari terpal plastik di atas gundukan batu yang akan dibakar. “Kalau tidak ditutup, air hujan bisa meresap ke dalam tungku dan pembakarannya makin lama,” jelasnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2